slot preparation.lsrs.lu

Sentilan Keras Gubernur Papua Barat Daya di Depan Menko: Tanah Kami Dikuasai Jenderal dan Konglomerat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 6 September 2026 - 02:07 WIB

50296 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SORONG – Penjabat Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu melayangkan kritik tajam terkait kondisi penguasaan lahan di wilayah Papua yang dinilai telah merugikan masyarakat adat setempat. Pernyataan tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam acara PAPEDA Summit pada Rabu, 2 September 2026.

Dalam paparannya, Elisa mengungkapkan keprihatinannya mengenai minimnya kepemilikan lahan oleh penduduk asli Papua di tanah mereka sendiri. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar hutan dan lahan di Papua saat ini telah dikuasai oleh pihak-pihak dari luar daerah, termasuk kalangan konglomerat dan oknum yang memiliki latar belakang militer. Kondisi ini membuat masyarakat Papua seolah hanya menjadi penyewa atau “pengontrak” di atas tanah leluhurnya sendiri.

Elisa menyoroti fenomena ketimpangan ekonomi dan akses lahan yang terjadi saat pembangunan proyek maupun pengelolaan sumber daya alam. Ia memberikan contoh pada sektor pertambangan, di mana ketika dilakukan penelusuran kepemilikan, izin lahan justru banyak dipegang oleh pengusaha maupun jenderal dari Jakarta. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai masa depan hutan Papua yang dinilai kian terancam habis akibat eksploitasi yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kehadiran negara dalam melakukan perlindungan hukum yang lebih cepat bagi masyarakat adat terkait sengketa tanah. Elisa mendesak agar pemerintah pusat memberikan perhatian serius dan mempercepat proses legalitas tanah masyarakat adat sehingga rakyat Papua memiliki ruang dan proteksi yang lebih jelas dalam menjaga hak atas tanah mereka.

Selain isu lahan, dalam forum tersebut Elisa juga sempat menyinggung dinamika hubungan antara daerah dengan pemerintah pusat. Ia menekankan perlunya transparansi dan kejujuran dalam memandang realitas di daerah agar pembangunan bangsa dapat berjalan lebih maju dan adil bagi seluruh wilayah di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Berita Terbaru