slot preparation.lsrs.lu

Restrukturisasi Utang Whoosh Dikritik, Kebijakan Purbaya Dinilai Minim Analisis

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 03:56 WIB

50141 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Keputusan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait skema restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) menuai kritik tajam dari kalangan pengamat ekonomi. Langkah Purbaya yang menawarkan perpanjangan tenor utang hingga 80 tahun dinilai sebagai solusi instan yang tidak didasari pada analisis mendalam dan berpotensi membebani keuangan negara di masa depan.

Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Defiyan Cori, pada Senin, 14 September 2026, menyoroti gaya komunikasi Purbaya yang kerap menyampaikan wacana ke publik secara spontan tanpa substansi teknis yang matang. Kritik ini mengemuka bertepatan dengan momen transisi jabatan Menteri Keuangan dari Purbaya kepada Suahasil Nazara yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Defiyan, kebijakan perpanjangan tenor hingga 80 tahun bukanlah langkah solutif bagi beban keuangan masa lalu. Sebaliknya, hal tersebut justru berisiko mengganggu komitmen Asta Cita yang diusung Presiden. Pemerintah semestinya konsisten menjaga agar penyelesaian masalah Whoosh tetap berjalan dalam kerangka business-to-business (B2B) murni tanpa harus menyeret Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai jaminan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan di Jakarta Utara pada 8 September 2026, Purbaya mengungkapkan rencana pengalihan pengelolaan utang Whoosh dari BPI Danantara ke Kementerian Keuangan melalui mekanisme Special Mission Vehicle (SMV) atau Indonesia Investment Authority (INA). Dalam skema tersebut, utang diproyeksikan akan dicicil sekitar Rp1 triliun per tahun selama delapan dekade. Purbaya bahkan sempat melontarkan pernyataan kontroversial mengenai tenor panjang tersebut yang dianggap bernada meremehkan beban bagi generasi mendatang.

Defiyan menegaskan bahwa masih banyak opsi yang lebih masuk akal untuk menuntaskan masalah ini tanpa membebani negara, seperti restrukturisasi utang yang lebih teknis, penyesuaian kepemilikan saham, hingga penguatan kerja sama operasional dengan mitra strategis dari Tiongkok. Keterlibatan entitas BUMN atau badan investasi negara diharapkan mampu menopang penyelesaian secara profesional tanpa harus mengorbankan stabilitas APBN. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru