slot preparation.lsrs.lu

Rembuk Tani Blang Baro Rambong, Masyarakat Siap Kembali Garap Sawah Terlantar

Redaksi

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 01:58 WIB

50382 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suka Makmue : Harapan masyarakat Gampong Blang Baro Rambong, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, untuk kembali mengolah lahan persawahan yang selama bertahun-tahun terlantar mulai menemukan titik terang.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan rembuk tani bersama tokoh masyarakat, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kelompok tani, serta unsur TNI dari Danki TP 856, yang digelar di Masjid Gampong Blang Baro Rambong, Senin malam, 7 September 2026.

Pertemuan tersebut membahas kesiapan masyarakat dalam menerima dan mendukung pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sawah terlantar yang bersumber dari APBN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu areal persawahan milik masyarakat di Gampong Blang Baro Rambong direncanakan menjadi bagian dari kegiatan rehabilitasi tersebut.

Suasana pertemuan berlangsung penuh antusias dan rasa syukur.

Masyarakat menyambut baik rencana rehabilitasi karena lahan persawahan mereka telah lama tidak dapat dimanfaatkan secara optimal akibat dampak bencana alam.

Bagi masyarakat, rencana rehabilitasi ini bukan sekadar membuka kembali lahan yang terlantar.

Lebih dari itu, program tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali aktivitas pertanian, memperkuat kebersamaan, serta mengembalikan semangat gotong royong masyarakat di tengah kehidupan persawahan.

Program rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari program usulan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala DTPHP Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan kembali lahan persawahan yang selama ini terlantar.

Menurutnya, kembali ke sawah bukan hanya berbicara tentang produksi pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai sosial dan religius yang kuat.
“Kita kembali lagi ke sawah.

Karena dengan kembali ke sawah, kita kembali mengharapkan keberkahan dan nilai religius di sawah. Dengan turun ke sawah, setidaknya kita kembali teringat atas jerih payah orang tua kita yang dahulu bersusah payah mencetak sawah dan mewariskannya kepada bapak-bapak semua.”

Marzuki juga mengingatkan bahwa sawah memiliki hubungan erat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat Aceh. Ketika masyarakat kembali turun ke sawah, berbagai tradisi kebersamaan yang selama ini melekat dalam kehidupan petani diharapkan dapat kembali tumbuh.

“Wate sigo-go ta troen u blang, tanyo teringat penulang ureung tuha ngen ka hanale.Dan Insyaallah ta tume kirem Al-Fatihah ku gopnyan.”
( Sekali kali kita turun ke sawah kita harus teringat kepada Masa nenek moyang kita yang sudah mendahului kita dan insyaallah kita sama sama kirem Doa ).

Ia menambahkan, dengan kembali berfungsinya lahan persawahan, diharapkan akan kembali lahir doa-doa keselamatan, rasa syukur dan harapan masyarakat melalui tradisi khanduri blang, abah lung, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.

“Semoga suasana persatuan, kebersamaan dan gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat dapat hidup kembali seiring dengan aktifnya kembali lahan persawahan,” ujarnya.

Masyarakat Sambut Positif
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Gampong Blang Baro Rambong, Ibnu Amin, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program pemerintah tersebut.

Ia mengaku bersyukur karena masyarakat kembali mendapatkan harapan untuk memanfaatkan lahan sawah yang selama ini terlantar akibat bencana alam.

“Syukur Alhamdulillah, kami masyarakat Gampong Blang Baro Rambong sangat mengapresiasi serta mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Pertanian dalam mewujudkan kembali sawah kami yang sudah lama terlantar akibat bencana alam.”

Ibnu Amin berharap program rehabilitasi tersebut dapat direalisasikan sesuai dengan harapan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi para petani.

“Semoga program dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya ini dapat terealisasi sesuai dengan yang diinginkan masyarakat Gampong Blang Baro Rambong.

Kami siap mendukung dan bersama-sama menjaga serta mengelola kembali lahan persawahan ini,” katanya.

Rembuk tani tersebut menjadi awal dari semangat baru masyarakat Blang Baro Rambong.

Sawah yang selama ini terdiam diharapkan kembali menghijau, aktivitas petani kembali bergeliat, dan roda perekonomian masyarakat kembali bergerak.

Dari sawah yang terlantar, tumbuh harapan baru. Dari kebersamaan, lahir kekuatan untuk kembali membangun pertanian dan kesejahteraan masyarakat. (*)

 

Berita Terkait

Pemkab Nagan Raya Luncurkan Aplikasi Simpadu Nara, Permudah Pengajuan Dana Desa untuk 222 Gampong
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting
DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen
Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Negeri Babah Rout Tanamkan Nilai Keteladanan dan Akhlak Mulia kepada Siswa

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Berita Terbaru