slot preparation.lsrs.lu

Ratusan Siswa di Jawa Tengah Keracunan Makanan MBG, Evaluasi Program Didesak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 17:42 WIB

50247 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Kasus dugaan keracunan makanan kembali mencuat di Jawa Tengah setelah ratusan siswa yang mengikuti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan mengalami gejala serius, mulai dari mual, muntah, diare, hingga sakit kepala. Kejadian terbaru terjadi di Kabupaten Pati, di mana sebanyak 230 siswa SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati merasakan keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Selasa (8/9/2026).

Insiden bermula ketika sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala pada malam hari dan kondisinya semakin parah keesokan paginya. Lonjakan pasien membuat Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Gembong kesulitan menangani jumlah korban. Akibatnya, sebagian siswa harus dirujuk ke RSUD RAA Soewondo Pati dan bahkan ke beberapa rumah sakit swasta setempat karena kapasitas fasilitas kesehatan pemerintah tidak mencukupi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pati langsung menurunkan tim epidemiologi untuk mengambil sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 yang menjadi sumber makanan MBG. Sampel tersebut kini tengah diperiksa di laboratorium tingkat provinsi guna mengetahui kandungan bahan makanan dan kemungkinan adanya bakteri atau zat berbahaya pemicu keracunan. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru keluar dalam kurun satu hingga dua pekan mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa di Pati menambah panjang daftar kasus yang diduga berkaitan dengan MBG dalam periode 7-9 September 2026. Data sementara menyebutkan sedikitnya 755 siswa dan guru di Pantura Timur Jawa Tengah mengalami keluhan serupa di sejumlah wilayah yang berbeda. Sebelumnya, 271 siswa MAN 2 Rembang di Lasem, 136 siswa SMAN 1 Tunjungan Blora, serta 118 siswa dan guru di tiga sekolah Kabupaten Jepara turut mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab menyampaikan, kemungkinan terbesar penyebab keracunan berasal dari faktor kualitas air yang digunakan dalam pengolahan makanan. Kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) akibat sanitasi yang buruk dapat menyebabkan gejala akut seperti yang dialami para siswa. Namun, ia menegaskan perlunya pemeriksaan menyeluruh terhadap kebersihan lingkungan, prosedur pengolahan, hingga kesehatan petugas dapur MBG di sekolah-sekolah terdampak.

Lonjakan kasus ini memicu desakan kuat dari berbagai pihak agar pemerintah segera melakukan evaluasi atas pelaksanaan MBG. MBG Watch, koalisi masyarakat sipil pemantau program, menilai tata kelola MBG, mulai dari proses distribusi makanan, pemilihan vendor, hingga pengawasan mutu, harus dibenahi total. Mereka meminta penghentian sementara program hingga hasil investigasi lengkap diumumkan dan solusi atas permasalahan ditemukan.

Tim gabungan dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah dan Satgas Percepatan MBG kini bergerak cepat melakukan investigasi di lapangan. Namun, hingga saat ini, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah masih menunggu hasil definitif pemeriksaan laboratorium sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Sementara hasil tersebut belum keluar, masyarakat terus menunggu kepastian jaminan keamanan program yang seharusnya menyehatkan anak bangsa, bukan justru menjadi ancaman kesehatan masal. Pemerintah didesak memastikan pengawasan yang lebih ketat agar kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru