MADIUN | Kasus dugaan keracunan massal kembali menimpa dunia pendidikan tanah air. Sedikitnya 30 siswa dan guru dari SDN 2 Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, harus menjalani perawatan intensif usai mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (9/9/2026). Insiden ini menambah daftar panjang kasus serupa yang terjadi di sejumlah daerah sejak program MBG digulirkan pemerintah.
Para korban melaporkan gejala mulai dari pusing, mual, hingga muntah, tak lama setelah menyantap menu tahu bulat dan sate udang yang disediakan di sekolah. Seorang siswa, Muhammad Zidan, mengungkapkan bahwa rasa udang yang ia santap terasa pahit dan asam, yang diikuti munculnya gejala pusing. “Udangnya pahit sama asam, setelah itu pusing,” ujarnya. Keluhan serupa juga diakui oleh siswa lain yang menyebut tahu bulat terasa basi dan berujung mual.
Akibat kejadian ini, puluhan siswa dan guru mendapatkan penanganan medis di dua fasilitas kesehatan terdekat. Pasien dengan gejala ringan dirawat di Puskesmas Sukosari, sedangkan yang bergejala lebih berat harus dirujuk ke RSUD Kota Madiun, Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo. IGD di RSUD Sogaten mencatat setidaknya enam siswa dan seorang guru masih terbaring lemas di atas brankar. Sejumlah siswa telah diizinkan pulang usai mendapat penanganan pertama, tapi masih ada korban yang terus berdatangan untuk memeriksakan kesehatan.
Kasus ini memicu perhatian aparat penegak hukum dan pemerintah daerah yang langsung turun ke lapangan. Sejumlah polisi terlihat memantau langsung situasi di dua fasilitas kesehatan serta bertanya kepada para korban mengenai kronologi dan kondisi yang dialami. Camat Kartoharjo, Yayak Muflihana Hanik, juga turut hadir memantau langsung di ruang IGD Puskesmas. Namun, baik camat maupun pihak instansi kesehatan memilih bungkam dan belum memberi pernyataan resmi mengenai dugaan keracunan ini dan jumlah pasti korban terdampak.
Hingga berita ini ditulis, suasana di Puskesmas Sukosari masih dipenuhi siswa maupun orang tua yang mencari penjelasan terkait kondisi dan penanganan medis. Sementara, penyebab pasti insiden dugaan keracunan MBG di SDN 2 Kanigoro masih menunggu klarifikasi dari otoritas kesehatan. Kejadian ini kembali menguatkan sorotan publik terhadap standar keamanan dan pengawasan distribusi makanan bergizi gratis di sekolah, yang hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan dan kecemasan. (*)








































