slot preparation.lsrs.lu

Polemik Data Desil: Ketika Angka Statistik Mengabaikan Realitas Lapangan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 16:55 WIB

50188 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 12 September 2026 – Penggunaan sistem pengelompokan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tengah menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Kebijakan yang bertujuan memetakan kesejahteraan masyarakat ini dinilai gagal menangkap potret kemiskinan yang sebenarnya, menyebabkan warga yang berada dalam kondisi ekonomi sulit justru tereliminasi dari daftar penerima bantuan sosial pemerintah.

Sistem desil, yang membagi penduduk ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan, kini menjadi acuan tunggal dalam penyaluran bantuan. Namun, metodologi yang diterapkan pemerintah melalui statistik proxy means test (PMT) sering kali terjebak pada penilaian aset fisik yang dangkal. Warga yang menempati rumah warisan atau memiliki kendaraan tua untuk bertahan hidup, secara otomatis mendapatkan skor tinggi dalam perhitungan algoritma tersebut. Akibatnya, mereka dikategorikan sebagai kelompok menengah ke atas, padahal pendapatan harian mereka di sektor informal sangat jauh dari kata layak.

Ketidakakuratan data ini menciptakan ketimpangan yang nyata. Di lapangan, masyarakat yang berjuang untuk sekadar memenuhi kebutuhan pendidikan dan pangan justru tercoret dari daftar penerima bantuan karena dianggap ‘mampu’ oleh data statistik. Fenomena ini tidak hanya merugikan kelompok rentan, tetapi juga menunjukkan adanya inefisiensi anggaran negara yang besar akibat salah sasaran. Terlebih, rentang yang terlalu ekstrem dalam pengelompokan desil membuat negara gagal membedakan mana kelas menengah yang rentan jatuh miskin dan mana kelompok elit yang benar-benar sejahtera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini semakin diperparah dengan menyusutnya jumlah kelas menengah di Indonesia sepanjang tahun 2025. Tanpa adanya jaring pengaman sosial yang tepat sasaran dan berbasis pada realitas lapangan, puluhan juta warga terancam meluncur bebas ke dalam jurang kemiskinan. Para pakar mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap indikator kesejahteraan nasional. Kriteria kemiskinan saat ini dinilai perlu dirumuskan ulang melalui pendekatan yang lebih berlapis, mulai dari penetapan garis kemiskinan yang akurat, pemetaan penyebab kemiskinan, hingga intervensi layanan publik yang lebih terintegrasi.

Sistem desil memang tampak rapi di atas kertas, namun keberadaannya yang ‘buta’ terhadap realitas ekonomi penduduk sangat membahayakan stabilitas kesejahteraan sosial. Pemerintah dituntut untuk tidak lagi sekadar menatap angka di layar komputer, melainkan turun langsung ke lapangan guna memverifikasi kondisi masyarakat yang sebenarnya, sebelum dampak ketidakadilan sosial ini semakin meluas. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru