JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan di jajaran kabinetnya dengan melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin, 14 September 2026. Pergantian ini menandai berakhirnya masa jabatan Purbaya yang belakangan kerap menuai kritik tajam dari berbagai kalangan akibat gaya komunikasinya yang dinilai kurang matang dan cenderung spontan.
Meski pihak Istana hingga kini belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan pencopotan tersebut, pengamat ekonomi menilai langkah ini sebagai konsekuensi dari deretan kegaduhan publik yang dipicu oleh pernyataan-pernyataan sang mantan menteri. Salah satu pemicu utama ketidakpuasan publik adalah insiden pada Oktober 2025, ketika Purbaya melontarkan tudingan adanya dana daerah sebesar Rp5,16 triliun yang mengendap di perbankan, khususnya di Bank Kalsel. Pernyataan yang terburu-buru tersebut dibantah keras oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang menegaskan bahwa dana tersebut adalah kas daerah yang dikelola secara transparan dan menghasilkan bunga bagi kas negara. Muhidin bahkan sempat menjuluki Purbaya sebagai sosok yang bertindak seperti “koboi salah tembak” karena dianggap tidak akurat dalam membaca data.
Selain insiden dana daerah, pola komunikasi Purbaya dalam merespons isu-isu strategis nasional juga menjadi sorotan tajam para pakar. Ekonom dari Universitas Gadjah Mada, Defiyan Cori, secara terbuka mengkritik gaya Purbaya dalam menangani polemik utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Purbaya dinilai terlalu sering melontarkan pernyataan ke ruang publik terkait skema restrukturisasi utang jangka panjang tanpa disertai kajian mendalam dan pemahaman substansi permasalahan yang memadai. Narasi yang dibangun dianggap berpotensi melimpahkan beban pinjaman kepada pemerintahan mendatang, alih-alih memberikan solusi konkret.
Kritik terhadap Purbaya mencerminkan kerinduan publik akan sosok menteri keuangan yang mampu berkomunikasi dengan hati-hati dan berbasis pada data teknis yang valid. Perbedaan gaya yang mencolok antara Purbaya dengan para pendahulunya dinilai lebih banyak menciptakan citra negatif di ruang publik daripada menghasilkan perubahan fundamental dalam pengelolaan keuangan negara. Dengan dilantiknya Suahasil Nazara, kini muncul ekspektasi besar agar Kementerian Keuangan kembali ke jalur kebijakan yang lebih terukur, strategis, dan komunikatif, demi menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.








































