slot preparation.lsrs.lu

Mengapa Standar Kemiskinan Tak Lagi Mencerminkan Realitas Rakyat?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 01:53 WIB

50215 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 10 September 2026 — Polemik mengenai standar kemiskinan di Indonesia kembali memanas seiring dengan langkah Badan Pusat Statistik (BPS) yang tengah melakukan kajian mendalam untuk merombak metodologi penghitungan garis kemiskinan nasional. Upaya ini dilakukan di tengah kritik tajam para pengamat ekonomi yang menilai bahwa standar yang digunakan selama ini sudah tidak lagi relevan dengan realitas sosial serta kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa, 8 September 2026, BPS menegaskan bahwa penyempurnaan ini bukan sekadar upaya menaikkan angka nominal garis kemiskinan. Lembaga ini berencana mengevaluasi secara menyeluruh komponen pembentuk garis kemiskinan, mencakup kebutuhan makanan dan non-makanan. Beberapa parameter yang tengah diuji antara lain penggunaan tahun dasar 2024, penambahan keranjang komoditas makanan dari 52 menjadi 57 jenis, serta penerapan metode penghitungan baru baik melalui direct method maupun indirect method.

Meski demikian, hingga saat ini, BPS belum menetapkan formula, parameter, maupun waktu penerapan metodologi baru tersebut secara final. Ketidakpastian ini menimbulkan pertanyaan besar di ruang publik, terutama mengingat garis kemiskinan nasional saat ini masih dipatok pada angka Rp3.91.866 per rumah tangga per bulan. Angka tersebut dipandang oleh banyak pihak sudah sangat jauh dari mencerminkan daya beli nyata masyarakat di tengah gejolak harga kebutuhan pokok yang terus melambung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peneliti ekonomi dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Denny Friawan, melontarkan kritik keras terhadap pola pikir metodologis yang digunakan BPS saat ini. Ia menilai standar kemiskinan yang berlaku hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan hidup minimum agar seseorang tidak mati kelaparan, bukan berorientasi pada standar kehidupan yang layak dan bermartabat. Menurut Denny, penggunaan metodologi lama hanya akan menciptakan ilusi kemiskinan yang rendah, padahal banyak rumah tangga yang secara teknis berada di atas garis kemiskinan tetap hidup dalam kerentanan ekonomi yang akut.

Kesenjangan antara angka pertumbuhan ekonomi yang kerap dibanggakan pemerintah dengan realitas masyarakat miskin di lapangan menjadi bukti bahwa metodologi pengukurannya selama ini perlu dibedah secara radikal. Tantangan bagi BPS ke depan adalah menciptakan standar yang jujur, transparan, dan mampu menangkap dinamika perubahan pola konsumsi masyarakat, sehingga kebijakan pengentasan kemiskinan tidak lagi hanya menjadi statistik di atas kertas tanpa dampak signifikan bagi kualitas hidup rakyat kecil.

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Berita Terbaru