slot preparation.lsrs.lu

MBG di Persimpangan Jalan: Antara Ambisi Skala Besar dan Rapuhnya Tata Kelola

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 01:33 WIB

50206 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 10 September 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai kebijakan prioritas pemerintah untuk masa depan anak Indonesia kini tengah berada dalam sorotan tajam. Meski telah menyerap anggaran negara hingga puluhan triliun rupiah, program ini justru terjebak dalam pusaran masalah keamanan pangan yang berulang, memunculkan pertanyaan mendasar mengenai efektivitas pengawasan negara dibandingkan dengan kecepatan ekspansi programnya.

Sejak dimulai pada 6 Januari 2025, MBG mengalami lonjakan skala yang sangat masif. Dalam waktu kurang dari satu setengah tahun, jangkauan program ini melesat dari ratusan dapur menjadi puluhan ribu Satuan Pelayanan Gizi (SPPG), dengan puluhan juta penerima manfaat. Namun, kecepatan ini tidak dibarengi dengan fondasi tata kelola yang kokoh. Payung hukum baru ditetapkan secara spesifik melalui Perpres Nomor 115 Tahun 2025 pada bulan November 2025, sepuluh bulan setelah program dijalankan. Celah regulasi ini disinyalir menjadi pintu masuk bagi serangkaian masalah, mulai dari kasus keracunan pangan hingga anomali pada rekening SPPG yang memaksa pemerintah mengembalikan ratusan miliar rupiah ke kas negara.

Data menunjukkan bahwa hingga Mei 2026, ribuan SPPG sempat disuspen dengan alasan yang bervariasi, mulai dari gangguan pencernaan pada siswa, buruknya infrastruktur pengolahan air limbah, hingga ketiadaan sertifikat layak higiene sanitasi. Kondisi ini diperburuk dengan temuan Kejaksaan Agung yang menetapkan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola tahun 2025-2026, yang mencakup persoalan yayasan terafiliasi dan praktik pengadaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan riil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Argumen pemerintah bahwa MBG adalah investasi demi anak-anak Indonesia memang memiliki landasan moral yang kuat. Namun, para kritikus dan pengamat kebijakan menekankan bahwa tujuan mulia tidak serta-merta memberikan kekebalan atas evaluasi. Justru, karena program ini menyasar anak-anak, standar keselamatan dan akuntabilitas seharusnya diletakkan jauh lebih tinggi. Masalah keracunan massal yang berulang bukan sekadar kelalaian di dapur, melainkan cerminan dari sistem pengawasan yang baru dipasang saat kendaraannya sudah melaju sangat kencang.

Kini, pemerintah dihadapkan pada tantangan berat untuk melakukan restrukturisasi, termasuk melalui moratorium dapur baru dan penajaman sasaran penerima manfaat. Namun, pertanyaannya tetap sama: apakah tindakan korektif ini cukup untuk menutup celah kebocoran dan memastikan standar keamanan pangan terjamin, ataukah program ini sudah terlanjur terperangkap dalam risiko policy lock-in, di mana ekosistem kepentingan yang sudah terbentuk terlalu mahal untuk diubah arahnya. Masyarakat kini menanti bukti nyata, bukan sekadar distribusi piring makanan, melainkan perbaikan status gizi yang terukur secara saintifik dan tata kelola yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Berita Terbaru