Gayo Lues — Longsor di sejumlah titik pada kawasan Meloak 1 dan Meloak 2 melumpuhkan akses Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane sejak Selasa malam. Hingga Rabu pagi, material longsor dilaporkan masih menutup badan jalan dan belum dapat ditembus kendaraan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Material tanah dan bebatuan menutup badan jalan di beberapa titik, sehingga kendaraan dari kedua arah terpaksa berhenti dan menunggu akses jalan kembali dibuka.
Sejumlah pengendara bahkan harus menunggu hingga pagi di lokasi karena tidak dapat melanjutkan perjalanan. Namun hingga Rabu pagi, penanganan terhadap titik-titik longsor tersebut dilaporkan belum dilakukan sehingga akses Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane masih terputus.
Kondisi ini memicu sorotan terhadap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan pihak terkait yang dinilai belum memberikan respons cepat terhadap bencana longsor yang menutup salah satu jalur penting penghubung wilayah tersebut.
Masyarakat dan pengguna jalan meminta BPJN segera mengerahkan alat berat serta petugas ke lokasi untuk membersihkan material longsor. Mereka menilai keterlambatan penanganan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi barang dan pelayanan darurat.
Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan sejumlah wilayah di Aceh. Karena itu, penanganan cepat dinilai mendesak agar masyarakat tidak terus terjebak dan aktivitas transportasi dapat segera kembali normal.
BPJN dan instansi terkait diminta tidak menunggu lebih lama untuk mengambil tindakan. Hingga berita ini diturunkan, material longsor di sejumlah titik kawasan Meloak 1 dan Meloak 2 dilaporkan masih menutup badan jalan dan belum dapat dilalui kendaraan. (Red)








































