slot preparation.lsrs.lu

KSAD : KKB Tembak Warga Sipil Akibat Terdesak Pengejaran Aparat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 05:19 WIB

50200 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa aksi penembakan terhadap warga sipil di wilayah Papua Pegunungan merupakan tindakan keputusasaan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Menurut Maruli, serangan brutal tersebut dipicu oleh rasa resah kelompok itu akibat intensitas pengejaran yang dilakukan oleh aparat keamanan di lapangan.

Dalam keterangannya di Balai Kartini, Jakarta, pada Jumat (11/9/2026), Jenderal Maruli menyatakan bahwa aparat keamanan telah melakukan operasi pengejaran secara masif sehingga ruang gerak kelompok bersenjata semakin sempit. Kondisi terdesak inilah yang diduga membuat mereka bertindak di luar kendali dan menyasar warga sipil sebagai pelampiasan. Ia menegaskan bahwa pihak militer akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan di daerah rawan konflik guna memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat sipil.

Menanggapi narasi yang sering dibangun oleh kelompok bersenjata terkait tuduhan bahwa korban sipil adalah intelijen militer, Maruli membantah keras klaim tersebut. Ia mengungkapkan bahwa para korban penembakan merupakan pekerja sektor pertanian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sedang berusaha memperbaiki taraf hidup di Papua. Maruli menilai tuduhan bahwa warga sipil adalah mata-mata merupakan alasan klasik yang selalu digunakan untuk menjustifikasi tindakan kriminal dan pelanggaran hak asasi manusia yang mereka lakukan. Jenderal bintang empat tersebut menekankan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru