HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, Badan Geologi Pastikan Status Tetap Siaga

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 01:48 WIB

50174 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Aktivitas vulkanik di Gunung Anak Krakatau kembali meningkat dengan erupsi menerus yang terjadi sejak Jumat hingga Sabtu pagi, 4-5 September 2026. Badan Geologi melaporkan, sejak status aktivitas gunung ini dinaikkan menjadi Siaga atau Level III pada 2 Juli lalu, erupsi disertai lontaran batu pijar dan abu vulkanik terus berlangsung di perairan Selat Sunda tersebut.

Dalam laporan tertulis yang dibagikan pada Sabtu, 5 September 2026, Badan Geologi menyebutkan erupsi masih terus terjadi hingga pukul 4.40 WIB. Suara gemuruh dan dentuman terdengar jelas, terutama dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Krakatau di Pasauran, Banten. Meskipun tinggi kolom abu erupsi tidak teramati secara pasti akibat kondisi cuaca dan jarak pandang, semburan berwarna merah menyala terlihat secara menerus dari gunung, menandai adanya fenomena “lava fountain” dan aliran lava.

Berdasarkan data pemantauan seismograf di situs MAGMA Indonesia, erupsi Anak Krakatau mulai terekam sejak Jumat pagi pukul 4.11 WIB dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi 14 detik. Letusan berlanjut beberapa kali pada pagi yang sama dengan amplitudo dan durasi bervariasi, kemudian berlangsung lagi secara intens pada malam hari mulai pukul 22.03 WIB. Hingga Sabtu dini hari, terpantau setidaknya enam kali letusan berturut-turut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena erupsi beruntun dalam waktu beberapa jam ini dinilai cukup umum terjadi di Gunung Anak Krakatau. Selain asap dan material pijar, masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung juga melaporkan adanya getaran serta suara dentuman yang diduga berasal dari aktivitas gunung tersebut, karena memang berlangsung pada waktu yang sama dengan erupsi.

Badan Geologi turut menegaskan, pertumbuhan tubuh Anak Krakatau pascaerupsi besar pada 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan hingga saat ini tidak terindikasi berpotensi mengalami keruntuhan berskala besar yang bisa memicu tsunami. Pemantauan intensif masih terus dilakukan, dan masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik. (*)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat
Jalan Badak Gayo Lues Lumpuh Diterjang Banjir, Warga Desak Pemerintah Pusat dan BWS Bertindak
Jebolnya Tanggul Lawe Kisam Perparah Banjir di Aceh Tenggara, Jalan Nasional Kutacane-Medan Lumpuh
Banjir Luas Rendam Jalan Nasional Kutacane-Medan, Akses Lawe Sumur Lumpuh Total
Singapura Tercekik Kabut Asap, Kualitas Udara Terburuk di Dunia
Kabut Asap Selimuti Sampit, Warga Tetap Nekat Berkerumun di Hari Bebas Kendaraan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru