HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Fenomena Gempa Dalam di Kepulauan Seribu: Analisis BMKG Ungkap Ancaman Aktivitas Intraslab

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 17:20 WIB

50236 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 yang melanda wilayah Kepulauan Seribu pada Sabtu, 12 September 2026 dini hari, memicu tanda tanya publik terkait jangkauan getarannya yang terasa hingga Pulau Sumatera dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedalaman hiposenter yang mencapai 376 kilometer menjadi faktor utama mengapa dampak seismik ini mampu merambat luas melampaui episenter aslinya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut merupakan jenis gempa bumi dalam yang dipicu oleh aktivitas intraslab. Karakteristik gempa dalam, sebagaimana dijelaskan oleh otoritas terkait, memiliki kemampuan unik untuk mendistribusikan energi guncangan ke wilayah yang secara geografis berada jauh dari pusat gempa, sehingga wajar jika masyarakat di daerah yang relatif jauh merasakan getaran tersebut.

Berdasarkan pemetaan tingkat guncangan atau shakemap, intensitas gempa terdeteksi pada skala IV MMI di sejumlah wilayah seperti Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus. Pada tingkat ini, getaran cukup kuat hingga menyebabkan benda-benda pecah dan struktur bangunan seperti dinding atau pintu berderik. Sementara itu, wilayah lain seperti Bandung, Yogyakarta, hingga sebagian besar Pulau Sumatera merasakan guncangan dengan intensitas II-III MMI, yang digambarkan seperti sensasi getaran saat truk besar melintas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski kekuatan gempa tergolong cukup besar, hasil pemodelan resmi menyatakan bahwa peristiwa ini tidak memicu ancaman tsunami. Namun, rentang dampak yang luas ini menjadi pengingat kritis bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi aktivitas seismik dalam yang tidak selalu dapat diprediksi polanya. Pihak otoritas menekankan pentingnya respons tanggap masyarakat terhadap laporan resmi BMKG dan mengabaikan informasi yang tidak terverifikasi demi menjaga ketenangan di tengah kondisi kebencanaan. (*)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat
Jalan Badak Gayo Lues Lumpuh Diterjang Banjir, Warga Desak Pemerintah Pusat dan BWS Bertindak
Jebolnya Tanggul Lawe Kisam Perparah Banjir di Aceh Tenggara, Jalan Nasional Kutacane-Medan Lumpuh
Banjir Luas Rendam Jalan Nasional Kutacane-Medan, Akses Lawe Sumur Lumpuh Total
Singapura Tercekik Kabut Asap, Kualitas Udara Terburuk di Dunia
Kabut Asap Selimuti Sampit, Warga Tetap Nekat Berkerumun di Hari Bebas Kendaraan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru