BANDA ACEH – Sebanyak 382 jamaah umrah yang sedianya terbang dari Jeddah menuju Bandara Soekarno-Hatta, terpaksa mendarat darurat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, pada Minggu, 6 September 2026. Pengalihan rute penerbangan Garuda Indonesia nomor penerbangan GA981 ini terpaksa dilakukan otoritas penerbangan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik di jalur lintasan udara.
General Manager Garuda Indonesia perwakilan Aceh, Jufriandi, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil demi keselamatan penerbangan karena abu vulkanik dinilai membahayakan mesin pesawat. Pihak maskapai sempat menunggu hasil pemantauan kondisi debu vulkanik hingga siang hari. Namun, karena hasil pemeriksaan menunjukkan sebaran abu masih signifikan di rute tujuan, penerbangan menuju Jakarta diputuskan untuk dibatalkan dan seluruh penumpang dievakuasi ke tempat yang aman.
Untuk menampung para jamaah yang berasal dari berbagai daerah, termasuk kelompok asal Jakarta dan Banjarmasin, pihak maskapai bekerja sama dengan otoritas terkait menempatkan penumpang di Asrama Haji Banda Aceh. Sebagian jamaah lainnya memilih untuk menginap di hotel secara mandiri. Pihak maskapai memastikan bahwa seluruh kebutuhan akomodasi dan konsumsi jamaah selama masa tunggu di Banda Aceh telah terpenuhi dengan baik.
Masruhin Abdul Majid, salah satu jamaah asal Jakarta, mengungkapkan bahwa ia dan rombongannya tiba di Banda Aceh pada pagi hari setelah mendapatkan informasi mengenai penutupan bandara di Jakarta. Meski harus tertunda, ia menyatakan kondisi para jamaah tetap stabil dan tertib. Senada dengan itu, Ahmad Syaukani, jamaah asal Banjarmasin yang membawa serta anggota keluarganya, menyampaikan bahwa pelayanan yang diberikan pihak travel dan otoritas bandara cukup responsif dalam menangani para penumpang.
Saat ini, pihak Garuda Indonesia terus berkoordinasi dengan unit terkait untuk memantau perkembangan kondisi di Bandara Soekarno-Hatta. Jika situasi memungkinkan dan jalur udara dinyatakan aman dari sebaran abu vulkanik, penerbangan lanjutan dijadwalkan akan kembali diberangkatkan pada Senin, 7 September 2026, menggunakan pesawat yang sama. (*)








































