KUTACANE | Hujan deras yang melanda wilayah Aceh Tenggara sejak Minggu sore, 13 September 2026, menyebabkan Sungai Kali Bulan di Kecamatan Babussalam dan Kecamatan Lawe Bulan kembali meluap. Akibatnya, puluhan rumah warga beserta sejumlah akses jalan desa terendam air bercampur lumpur dengan ketinggian antara 30 hingga 50 sentimeter.
Peristiwa banjir ini mulai dirasakan warga sekitar pukul 17.30 WIB, ketika debit air sungai tiba-tiba meningkat tajam seiring curah hujan tinggi di kawasan hulu. Desa Pulo Latong di Kecamatan Lawe Bulan menjadi salah satu titik genangan terparah. Sejumlah kawasan padat penduduk di Kecamatan Babussalam juga terdampak, dengan akses transportasi antardesa sempat lumpuh akibat genangan air.
Genangan air bercampur lumpur memaksa warga untuk mengevakuasi barang-barang berharga, termasuk elektronik dan perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih aman. Hingga Senin pagi, banyak warga masih bertahan di rumah sendiri sambil bersiaga mengantisipasi luapan susulan karena cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut.
BMKG sebelumnya telah merilis peringatan dini tentang potensi curah hujan tinggi di wilayah dataran tinggi Aceh. Fenomena alam ini diduga dipicu aktifnya gelombang atmosfer ekuatorial yang mendorong terjadinya hujan lebat dalam waktu singkat. Sementara itu, penyebab utama banjir yang terus berulang diduga akibat kondisi sungai yang semakin dangkal serta tumpukan sedimentasi di sejumlah titik. Warga yang bermukim di sekitar aliran Sungai Kali Bulan telah berulang kali meminta pemerintah daerah dan BPBD untuk segera melakukan normalisasi sungai, namun pengerukan secara menyeluruh belum juga terealisasi.
Tim Reaksi Cepat BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan perangkat desa terus disiagakan di area rawan genangan untuk memantau perkembangan debit air sungai. Kerusakan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum tidak dapat dihindarkan, meski hingga pagi ini belum ditemukan adanya korban jiwa. Pemerintah daerah kembali mengingatkan masyarakat di sepanjang bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan tinggi diprediksi masih akan terjadi pada waktu-waktu mendatang. Pemantauan dan langkah antisipasi terus dilakukan agar dampak kerusakan tidak semakin meluas. (*)









































