HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Presiden Mahasiswa USK Tuding Penanganan Rehab-Rekon Pascabencana Aceh Belum Optimal, Massa Turun ke Kantor Gubernur

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 19:35 WIB

50281 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH |  Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh kembali menuai sorotan tajam. Presiden Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), M Ruhdi Anugerah, menegaskan bahwa penanganan pascabencana di sejumlah wilayah di Aceh hingga saat ini belum berjalan optimal dan bahkan meninggalkan keresahan di tengah masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Ruhdi saat memimpin aksi demonstrasi mahasiswa USK di halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (10/9/2026).

Dalam aksi yang berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan tersebut, massa mahasiswa sempat ditemui langsung oleh Plt Sekretaris Daerah Aceh, Taufik ST MSi. Ruhdi menegaskan bahwa aksi ini merupakan puncak dari kajian akademis yang telah dilakukan selama kurang lebih empat bulan. Proses aksi tidak dilakukan secara reaktif, melainkan hasil observasi lapangan dan penyusunan rekomendasi berdasarkan temuan nyata.

Ruhdi mengungkapkan masih banyak masalah mendasar yang belum tertangani, terutama di sektor infrastruktur dan penanganan trauma masyarakat terdampak bencana. Ia mencontohkan kondisi jalur transportasi utama di Kabupaten Gayo Lues. Dari tiga jalur penghubung, hanya satu jalur yang dinilai sudah normal, sedangkan dua jalur lain—menuju Aceh Timur dan Kutacane, Aceh Tenggara—masih dilanda kerusakan dan kerap putus akibat longsor. Akibat kegagalan pemulihan infrastruktur ini, mahasiswa asal Aceh Tenggara bahkan harus menempuh perjalanan memutar melalui Subulussalam apabila hendak kembali ke Banda Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain akses transportasi, mahasiswa USK juga menyoroti kegagalan pemulihan kawasan berisiko tinggi seperti Kampung Agusen, Gayo Lues. Menurut Ruhdi, banyak warga di kampung tersebut yang setiap kali hujan turun, buru-buru mengungsi ke dataran lebih tinggi akibat trauma mendalam akan bencana susulan. Ruhdi menyatakan, daerah itu sudah tidak layak huni, namun penanganan normalisasi sungai yang pernah dilakukan pemerintah kembali rusak dan tidak diikuti upaya lanjutan.

Hal serupa terjadi di Kampung Canitoh, Gayo Lues, tempat pembangunan penahan banjir dan pengerukan sungai diklaim belum memadai. Akibatnya, kawasan tersebut sudah puluhan kali tergenang banjir sejak November tahun lalu.

Ruhdi tidak menampik adanya sejumlah upaya yang sudah dilakukan pemerintah. Namun demikian, ia menegaskan langkah tersebut jauh dari optimal dan belum memberi jaminan keamanan maupun kehidupan normal bagi masyarakat terdampak. Mahasiswa USK mendesak pemerintah daerah untuk segera mengintensifkan seluruh program pemulihan agar korban bencana benar-benar mendapatkan perlindungan maksimal.

Sebagai bagian dari aksi, mahasiswa USK juga akan menyerahkan hasil kajian dan sejumlah poin tuntutan kepada Pemerintah Aceh usai berdialog di Pendopo Gubernur. Ruhdi menegaskan, hadirnya mahasiswa di jalanan adalah sinyal jelas bahwa kondisi Aceh pascabencana sedang tidak baik-baik saja dan menuntut perubahan mendesak dalam penanganan rehab-rekon oleh pemerintah daerah agar rakyat Aceh tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam bencana yang terus berulang. (*)

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB