JAKARTA | Aktivitas vulkanik di Gunung Anak Krakatau kembali meningkat dengan erupsi menerus yang terjadi sejak Jumat hingga Sabtu pagi, 4-5 September 2026. Badan Geologi melaporkan, sejak status aktivitas gunung ini dinaikkan menjadi Siaga atau Level III pada 2 Juli lalu, erupsi disertai lontaran batu pijar dan abu vulkanik terus berlangsung di perairan Selat Sunda tersebut.
Dalam laporan tertulis yang dibagikan pada Sabtu, 5 September 2026, Badan Geologi menyebutkan erupsi masih terus terjadi hingga pukul 4.40 WIB. Suara gemuruh dan dentuman terdengar jelas, terutama dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Krakatau di Pasauran, Banten. Meskipun tinggi kolom abu erupsi tidak teramati secara pasti akibat kondisi cuaca dan jarak pandang, semburan berwarna merah menyala terlihat secara menerus dari gunung, menandai adanya fenomena “lava fountain” dan aliran lava.
Berdasarkan data pemantauan seismograf di situs MAGMA Indonesia, erupsi Anak Krakatau mulai terekam sejak Jumat pagi pukul 4.11 WIB dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi 14 detik. Letusan berlanjut beberapa kali pada pagi yang sama dengan amplitudo dan durasi bervariasi, kemudian berlangsung lagi secara intens pada malam hari mulai pukul 22.03 WIB. Hingga Sabtu dini hari, terpantau setidaknya enam kali letusan berturut-turut.
Fenomena erupsi beruntun dalam waktu beberapa jam ini dinilai cukup umum terjadi di Gunung Anak Krakatau. Selain asap dan material pijar, masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung juga melaporkan adanya getaran serta suara dentuman yang diduga berasal dari aktivitas gunung tersebut, karena memang berlangsung pada waktu yang sama dengan erupsi.
Badan Geologi turut menegaskan, pertumbuhan tubuh Anak Krakatau pascaerupsi besar pada 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan hingga saat ini tidak terindikasi berpotensi mengalami keruntuhan berskala besar yang bisa memicu tsunami. Pemantauan intensif masih terus dilakukan, dan masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik. (*)









































