slot preparation.lsrs.lu

Yusril Ihza Mahendra Ultimatum Sanksi Berat Terkait Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 22:25 WIB

50173 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan secara tegas menyoroti praktik penyimpangan di dalam lembaga pemasyarakatan. Menteri Koordinator Yusril Ihza Mahendra menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap petugas yang terbukti memfasilitasi keberadaan ruang mewah di dalam sel tahanan. Penegasan ini muncul sebagai respons atas temuan fasilitas menyerupai apartemen pribadi yang didapati oleh Ombudsman dalam inspeksi mendadak ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong pada 23 September 2026.

Temuan tersebut memicu kecurigaan publik mengenai adanya praktik perlakuan istimewa terhadap narapidana tertentu yang mampu membayar kepada oknum petugas. Dalam keterangannya, Yusril menekankan bahwa pihaknya kini telah melakukan koordinasi intensif dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk menelusuri kebenaran di lapangan secara transparan. Investigasi mendalam saat ini tengah dilakukan guna memastikan status bangunan tersebut, apakah merupakan fasilitas asimilasi, rumah dinas, atau justru ruang privat ilegal yang disewakan demi kepentingan komersial oknum tertentu.

Sebagai bentuk komitmen transparansi, pihak kementerian telah membuka akses bagi media untuk melakukan verifikasi langsung ke dalam fasilitas tersebut. Yusril memastikan bahwa tindakan tegas berupa sanksi berat akan dijatuhkan kepada seluruh petugas dan pejabat pemasyarakatan yang terbukti terlibat dalam pengadaan atau pembiaran fasilitas yang melanggar ketentuan hukum. Pemerintah menegaskan bahwa integritas lembaga pemasyarakatan tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan pragmatis yang mencederai rasa keadilan di masyarakat. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 13:05 WIB

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 12:37 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Berita Terbaru