slot preparation.lsrs.lu

Tragedi di Balik Kabut Asap: Ketika Guru Menjadi Korban Ketimpangan Kebijakan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:17 WIB

50200 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJAR MASIN |  Kematian Lisna, seorang guru honorer di SD Tanjung Pagar 3, Banjarmasin, pada Sabtu (3/10/2026), menyisakan duka mendalam sekaligus catatan kritis bagi dunia pendidikan di tengah krisis kualitas udara. Almarhumah, yang diketahui memiliki riwayat penyakit asma, mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan sesak napas dan nyeri dada hebat yang diduga dipicu oleh paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus mengepung kota tersebut selama sepekan terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lisna harus menempuh perjalanan selama 30 menit setiap hari untuk mencapai sekolah di tengah pekatnya kabut asap. Meski kondisi kesehatannya sempat menurun dan memaksanya beberapa kali harus izin tidak mengajar, kewajiban untuk tetap hadir di sekolah menjadi beban yang tidak terelakkan. Puncaknya, meski keluarga telah berupaya memberikan pertolongan darurat menggunakan nebulizer dan oksigen tambahan, nyawanya tidak tertolong saat dilarikan ke rumah sakit.

Tragedi ini menyingkap celah serius dalam kebijakan penanganan darurat kabut asap. Saat pemerintah daerah memberlakukan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa demi melindungi mereka dari ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), di sisi lain, para tenaga pengajar justru masih diwajibkan tetap hadir di sekolah. Ketimpangan perlindungan ini menjadi ironi besar; ketika murid dilindungi di rumah, guru justru dibiarkan terpapar risiko kesehatan yang nyata di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak keluarga berharap pemerintah segera mengevaluasi kebijakan tersebut dengan lebih manusiawi. Keselamatan guru, terutama mereka yang memiliki kerentanan fisik atau riwayat penyakit pernapasan, seharusnya diprioritaskan setara dengan siswa. Menuntut kehadiran fisik tenaga pengajar di tengah kondisi udara yang masuk kategori tidak sehat atau berbahaya adalah bentuk abai terhadap nyawa manusia di balik ruang kelas. Kematian seorang pendidik akibat kabut asap bukanlah sekadar musibah personal, melainkan alarm keras bagi pemangku kebijakan untuk tidak lagi memandang keselamatan tenaga pengajar sebagai variabel sekunder dalam situasi bencana lingkungan. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB