slot preparation.lsrs.lu

Tokoh Masyarakat Gayo Lues Sampaikan Keresahan ke Gubernur Aceh atas Plang Larangan Satgas PKH di Kawasan Putri Betung yang Dinilai Tanpa Sosialisasi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 26 Juni 2025 - 01:43 WIB

50865 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blangkejeren — Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, menyampaikan keresahan kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, terkait pemasangan plang larangan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di kawasan yang disebut sebagai bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Keluhan tersebut disampaikan langsung saat Gubernur Aceh melakukan kunjungan kerja ke Gayo Lues dan menghadiri silaturahmi di Pendopo Bupati, Rabu, 25 Juni 2025.

Dalam pertemuan tersebut, seorang tokoh masyarakat bernama Sarjana menyampaikan bahwa pemasangan plang larangan oleh Satgas PKH dilakukan secara mendadak tanpa sosialisasi terlebih dahulu kepada warga. Ia menilai tindakan tersebut menimbulkan keresahan dan kepanikan, karena masyarakat khawatir akan digusur dari lahan yang telah mereka tempati secara turun-temurun.

“Masalah empat pulau memang sudah kembali ke Aceh, tetapi kini muncul masalah baru di Kecamatan Putri Betung. Satgas PKH tiba-tiba datang dan memasang plang tanpa pemberitahuan. Warga kami yang sudah mendiami kawasan itu selama beberapa generasi kini merasa panik karena dianggap melanggar kawasan TNGL,” ujar Sarjana kepada Gubernur Muzakir Manaf, Rabu (25/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sarjana menegaskan bahwa masyarakat setempat bukan perambah liar atau perusahaan yang merusak hutan. Menurutnya, warga hanya memanfaatkan sebagian kecil lahan untuk berkebun kakao, durian, dan kemiri. Ia juga menambahkan bahwa permukiman dan lahan pertanian warga telah ada jauh sebelum penetapan kawasan TNGL.

“Kami bukan pendatang, bukan perusak hutan. Kami sudah hidup di sana sejak sebelum kawasan itu disebut taman nasional. Jadi jangan samakan dengan kasus di tempat lain,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, yang menyampaikan bahwa pemasangan plang oleh Satgas PKH mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025. Ia mengatakan bahwa langkah tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan berpotensi memicu konflik sosial.

“Pemerintah pusat perlu memahami bahwa kondisi di Gayo Lues berbeda dengan wilayah lain. Jika relokasi dilakukan, bukan hanya biaya besar yang dibutuhkan, tetapi juga akan menimbulkan masalah sosial yang serius,” kata Bupati Suhaidi.

Menurutnya, pihak Pemerintah Kabupaten Gayo Lues telah menyampaikan langsung permasalahan ini kepada Menteri Kehutanan saat berkunjung ke Aceh Tengah beberapa waktu lalu. Ia berharap Pemerintah Pusat dan Satgas PKH dapat melihat persoalan ini secara objektif dan mencari solusi yang adil bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga melaporkan beberapa hal strategis kepada Gubernur Aceh, di antaranya rencana pembukaan jalur konektivitas antara Gayo Lues dan Aceh Tamiang melalui Lesten–Pulau Tiga, yang saat ini sudah mulai dikaji oleh tim Amdal dari Kementerian PUPR. Ia juga memohon dukungan Gubernur agar 12 desa pemekaran yang telah menunggu legalitas selama lebih dari 20 tahun segera didefinitifkan.

“Kami mohon dukungan Bapak Gubernur agar janji politik kita bersama saat Pilkada bisa direalisasikan, termasuk pemekaran desa yang sangat mendesak untuk percepatan pembangunan,” sambung Suhaidi.

Kunjungan kerja Gubernur Aceh Muzakir Manaf ke Gayo Lues merupakan bagian dari rangkaian agenda resminya sejak dilantik pada Pilkada serentak 2024. Rombongan Gubernur tiba di Bandara Blangkejeren sekitar pukul 14.30 WIB dengan pesawat kecil Pegasus, setelah sebelumnya menerima Menteri PUPR di Banda Aceh.

Setiba di Blangkejeren, Gubernur disambut oleh Bupati Gayo Lues Suhaidi, Wakil Bupati Maliki, Sekda Jata, Forkopimda, pimpinan DPRK, dan jajaran pejabat Pemkab Gayo Lues. Seusai agenda di pendopo, Gubernur juga menyempatkan diri melakukan takziah ke rumah duka almarhum Jafar Ama Uwe, Ketua Partai Aceh Gayo Lues yang baru saja wafat. Setelah itu, Gubernur dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Aceh Tenggara untuk menghadiri peringatan Hari Jadi Kabupaten ke-51, Kamis, 26 Juni 2025.

Pertemuan dan keluhan masyarakat Kecamatan Putri Betung diharapkan menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat. Warga mendesak agar segala kebijakan terkait kawasan hutan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan menghormati sejarah serta hak-hak masyarakat adat yang telah lama tinggal di wilayah tersebut. [red]

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Berita Terbaru