slot preparation.lsrs.lu

Tiga Desa di Aceh Tenggara Gagal Ikut Pilkades Serentak, Persiapan Panitia Dipertanyakan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

50291 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA – Dari 116 desa yang dijadwalkan menggelar Pemilihan Kepala Desa serentak tahun 2026 di Kabupaten Aceh Tenggara, tiga desa dipastikan gagal mengikuti kontestasi. Kegagalan tersebut menyisakan tanda tanya besar terhadap keseriusan persiapan dan sosialisasi yang dilakukan panitia di tingkat kabupaten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga desa yang tidak ikut serta adalah Desa Tualang Sembilar di Kecamatan Bambel, Desa Harapan di Kecamatan Leuser, dan Desa Kutambaru Mecawan di Kecamatan Lawe Bulan. Dengan demikian, jumlah desa yang akan tetap melaksanakan Pilkades serentak menyusut menjadi 113 desa dan telah dinyatakan final.

Ketua Panitia Pilkades Kabupaten Aceh Tenggara, Muhammad Riduan, yang juga menjabat Asisten I Setdakab Aceh Tenggara, membenarkan adanya pengurangan tersebut. Ia didampingi Asisten III, Hataruddin, saat memberikan keterangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tiga desa tidak ikut Pilkades serentak tahun ini,” ujar Riduan.

Riduan berdalih, penyebab tidak diikutsertakannya tiga desa itu karena tidak adanya calon dan tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan. Padahal, waktu pelaksanaan Pilkades serentak sudah di ambang pintu, yakni pada 7 November 2026.

Alasan tersebut justru mengundang kritik. Di tengah hajatan demokrasi desa yang diikuti lebih dari seratus desa, ketidakmampuan menghadirkan calon di tiga desa menunjukkan lemahnya pembinaan dan penjaringan bakal calon oleh pemerintah kecamatan dan kabupaten. Pertanyaan yang muncul, mengapa hingga menjelang hari pemungutan suara, kekosongan calon baru diketahui dan tidak diantisipasi lebih awal.

Kondisi ini semakin diperparah dengan fakta lain di lapangan. Dari 113 desa yang tetap maju, para bakal calon kepala desa atau yang disebut pengulu kute telah mengikuti tes kemampuan baca Al-Qur’an. Hasilnya, belasan bakal calon dinyatakan tidak lulus. Fakta tersebut kembali menelanjangi persoalan kualitas rekrutmen dan pembinaan calon pemimpin desa di Aceh Tenggara.

Konfirmasi terkait persoalan tersebut disampaikan Riduan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pada kesempatan itu, ia juga menanggapi isu yang berkembang mengenai adanya biaya atau sumbangan pihak ketiga yang dibebankan di tingkat desa menjelang Pilkades.

Riduan menegaskan pemerintah daerah tidak pernah menyarankan adanya pungutan tersebut.

“Mungkin anggaran yang dialokasikan melalui dana desa tidak cukup, sehingga mereka membuat keputusan menambah anggaran,” terangnya.

Pernyataan itu justru menguatkan dugaan adanya pungutan liar yang dilegalkan dengan dalih kekurangan anggaran. Tanpa pengawasan ketat, kebijakan menambah anggaran dari sumbangan pihak ketiga berpotensi menjadi celah penyalahgunaan dan membebani bakal calon, serta mencederai prinsip Pilkades yang demokratis dan bersih.

Panitia berharap pelaksanaan Pilkades serentak di 113 desa dapat berjalan damai, demokratis, tanpa intervensi pihak mana pun, serta sesuai aturan yang berlaku. Namun harapan itu hanya akan terwujud jika pemerintah daerah tidak sekadar menjadi penyelenggara administratif, melainkan menjamin transparansi anggaran, menertibkan praktik pungutan, dan memastikan setiap desa memiliki kesiapan calon yang memenuhi syarat jauh sebelum tahapan final ditetapkan. (*)

Berita Terkait

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Gelar Subuh Keliling dan Jumat Curhat
Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS
Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen
BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan
Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah
DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.
Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran
Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru