slot preparation.lsrs.lu

Terima Kunjungan Komisi IV DPRA, Pemkab Gayo Lues Usul Pembebasan 10.000 Ha Lahan untuk APL

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 16 September 2025 - 23:35 WIB

501,120 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengusulkan pembebasan 10.000 hektar lahan untuk dialokasikan sebagai Areal Penggunaan Lain (APL) dalam rangka pemanfaatan kuota lindung seluas 50.000 hektar yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup. Usulan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ke Gayo Lues.

Kedatangan anggota Komisi IV DPRA, Minggu (14/09/2025), disambut langsung oleh Bupati Gayo Lues bersama Wakil Bupati dan Asisten Administrasi Umum di Bale Pendopo Bupati. Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah menegaskan bahwa prioritas pembebasan lahan difokuskan pada Kecamatan Putri Betung, mencakup lima desa yang selama ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Pemkab Gayo Lues menilai, langkah pembebasan lahan tersebut mendesak demi membuka ruang bagi pemanfaatan wilayah yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Pemerintah daerah menekankan bahwa usulan itu akan tetap memperhitungkan keseimbangan antara kebutuhan lingkungan dengan kepentingan masyarakat lokal yang selama ini bergantung pada sumber daya alam di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain Kecamatan Putri Betung, Pemkab juga merencanakan evaluasi di sejumlah wilayah lain yang dinilai membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaan lahan. Dengan dukungan kuota lindung dari pemerintah pusat, Gayo Lues diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya alam secara lebih terukur.

Pemantauan berkala terhadap proses pembebasan dan pemanfaatan lahan, menurut pemerintah daerah, akan menjadi kunci agar program ini tidak hanya menguntungkan dari sisi pembangunan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru