slot preparation.lsrs.lu

Tenda Tak Layak, Warga Gayo Lues Bertahan di Lereng Gunung Demi Hindari Longsor

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 - 01:52 WIB

50264 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, 25 Desember 2025 — Ancaman tanah longsor terus membayangi kehidupan warga di Desa Pepelah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Akibat kondisi tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi dan membangun tenda darurat di bahu jalan pegunungan yang berada di lereng curam. Mereka meninggalkan rumah, bukan karena relokasi resmi dari pemerintah, melainkan karena rasa takut akan ancaman longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Tenda-tenda yang berdiri itu jauh dari kata layak dan tidak memberikan perlindungan maksimal dari cuaca maupun bahaya di sekitarnya.

Dalam laporan yang dikutip dari KompasTV, visual udara memperlihatkan deretan tenda darurat yang dibangun di kawasan pegunungan. Terpal plastik dan kayu seadanya tampak menjadi material utama tempat tinggal sementara bagi warga yang terdampak. Keputusan membangun tenda di lokasi yang juga rawan menjadi bukti terbatasnya pilihan aman bagi warga Desa Pepelah. Mereka menggantungkan keselamatan pada tempat yang tidak sepenuhnya bebas risiko, namun dirasa lebih aman dibandingkan tinggal di rumah masing-masing yang berada di jalur rawan longsor.

Curah hujan tinggi di kawasan tersebut telah memicu aliran air dari gunung yang mengalir deras dan terus-menerus, memperparah kondisi tanah di permukiman warga. Beberapa warga mengaku mendapati retakan di halaman rumah dan pergerakan tanah kecil sebelum akhirnya memutuskan menyelamatkan diri. Hingga kini, belum ada tanda-tanda longsor besar terjadi, namun perubahan geologis yang cepat membuat masyarakat memilih langkah preventif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kehidupan di pengungsian darurat ini bukannya tanpa persoalan. Warga hidup dalam kondisi serba terbatas, dengan akses air bersih yang minim dan logistik yang terbatas. Dalam kondisi musim penghujan seperti sekarang, tenda yang dipasang seadanya tidak mampu melindungi mereka dari hawa dingin malam hari dan guyuran hujan. Anak-anak dan orang lanjut usia menjadi kelompok yang paling rentan dalam situasi ini, karena risiko penyakit meningkat akibat sanitasi yang tidak memadai.

Warga berharap agar pemerintah segera menindaklanjuti keadaan darurat ini dengan memberikan bantuan fasilitas pengungsian yang lebih layak dan aman. Mereka juga meminta dilakukan kajian teknis yang menyeluruh untuk memastikan apakah wilayah mereka masih dapat dihuni, atau perlu dipertimbangkan untuk relokasi. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait langkah lanjutan yang akan diambil, sementara masyarakat tetap hidup dalam ketidakpastian.

Fenomena ini menjadi peringatan akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan longsor, terutama memasuki musim hujan yang kerap membawa risiko bencana alam. Warga Desa Pepelah hanya bisa berharap ada langkah cepat dan perhatian dari berbagai pihak agar mereka tidak harus terus-menerus hidup dalam bayang-bayang bahaya. ****

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB