slot preparation.lsrs.lu

Tanda Tanya di Balik Penetapan Pemenang Lelang Migas Natuna D-Alpha

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 04:53 WIB

50264 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | PT Nations Petroleum, perusahaan energi yang berafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, resmi ditetapkan sebagai pemenang lelang wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi tahap I untuk Blok Natuna D-Alpha. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 yang diteken pemerintah pada 17 September 2026. Penetapan melalui skema penawaran langsung ini menjadi sorotan lantaran komitmen investasi yang diajukan perusahaan tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan lima pemenang lelang lainnya.

Dalam kesepakatan tersebut, Nations Petroleum berkomitmen menggelontorkan dana sebesar US$ 103,3 juta untuk tiga tahun pertama, ditambah bonus tanda tangan senilai US$ 200 ribu. Rencana kerja yang diusung mencakup studi geologi dan geofisika, akuisisi data seismik 3D seluas 591 kilometer persegi, pembangunan satu pilot unit design and engineering, tiga paket studi terintegrasi CO2, serta pengeboran satu sumur appraisal dan satu sumur eksplorasi. Meski memiliki visi untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi melalui teknologi pemulihan sumber daya, profil portofolio perusahaan yang minim informasi di situs resmi Arsari Group justru memicu tanda tanya publik mengenai rekam jejak operasional mereka di sektor migas yang memiliki risiko tinggi.

Upaya verifikasi terkait transparansi dan kesiapan teknis pemenang lelang ini belum membuahkan hasil. Vice President Corporate Communications Arsari Group, Ariseno Ridhwan, hingga kini belum memberikan tanggapan resmi mengenai penetapan tersebut. Langkah pemerintah memberikan kepercayaan kepada entitas yang minim rekam jejak publik untuk mengelola aset strategis nasional di Blok Natuna D-Alpha tentu menuntut pengawasan ketat, terutama guna memastikan komitmen investasi tersebut benar-benar terealisasi dan bukan sekadar angka di atas kertas. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru