slot preparation.lsrs.lu

Sentilan Keras Eks Mendag: Singapura Dinilai Lepas Tangan Soal Kabut Asap Perusahaan Sawit

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:49 WIB

50154 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Langkah pemerintah Singapura melayangkan surat peringatan kepada tujuh perusahaan terkait dugaan keterlibatan dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memicu reaksi tajam dari mantan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. Ia menuding Singapura menerapkan standar ganda dalam praktik bisnis dengan membiarkan perusahaan raksasa sawit yang berbasis di negara tersebut beroperasi tanpa pengawasan hukum yang ketat atas dampak lingkungan yang ditimbulkan di Indonesia.

Berdasarkan pernyataan Muhammad Lutfi pada Jumat, 23 Oktober 2026, ia mengungkap bahwa empat dari tujuh perusahaan yang ditegur oleh Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, merupakan pemasok bagi konglomerat besar yang sahamnya tercatat di Bursa Singapura (SGX). Bahkan, perusahaan raksasa seperti First Resources dan Bumitama Agri yang memiliki nilai kapitalisasi mencapai 10 miliar dolar Singapura, memiliki kantor pusat di negara tersebut. Lutfi menilai ada pola bisnis sistematis di mana Singapura mendapatkan keuntungan dari status pusat operasional dan pengambilan keputusan, namun terkesan abai ketika perusahaan-perusahaan tersebut dikaitkan dengan bencana asap lintas batas.

Lebih lanjut, ia menyoroti struktur transfer pricing yang digunakan perusahaan taipan untuk meminimalkan beban pajak di Indonesia. Menurut Lutfi, pola ini memungkinkan keuntungan besar mengalir ke family office di Singapura, sementara Indonesia harus menanggung kerugian lingkungan serta citra buruk akibat kabut asap. Ia mempertanyakan ketegasan hukum Singapura yang dinilai hanya tajam terhadap warga biasa, namun melunak saat berhadapan dengan miliarder yang menanamkan modal besar di sana. Lutfi mendesak pemerintah Singapura untuk tidak sekadar mengirim surat peringatan ke Jakarta, melainkan berani menggeledah kantor pusat perusahaan-perusahaan tersebut guna membuktikan komitmen penegakan hukum lintas batas yang adil. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru