slot preparation.lsrs.lu

Sembilan Terpidana Qanun Jinayat Jalani Hukuman Cambuk di Banda Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 23:51 WIB

50629 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh —  Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh melaksanakan eksekusi uqubat cambuk terhadap sembilan terpidana pelanggar Qanun Jinayat yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Eksekusi dilaksanakan secara terbuka di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, pada Senin (30/9) siang, disaksikan ratusan warga.

Kesembilan terpidana tersebut menjalani hukuman sesuai dengan amar putusan Mahkamah Syariah Banda Aceh, atas pelanggaran terhadap ketentuan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, mencakup perkara zina, ikhtilat, dan maisir atau perjudian.

“Ini merupakan pelaksanaan putusan pengadilan syar’i dan menjadi bagian dari upaya penegakan syariat Islam di Aceh. Kejaksaan berkomitmen penuh dalam menjalankan amanah tersebut,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Banda Aceh, Muhammad Kadafi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua terpidana dalam perkara zina, Fachrul Razi dan Cut Ayuna, masing-masing dikenai hukuman sebanyak 100 kali cambuk sesuai dengan Pasal 33 ayat (1) Qanun Jinayat. Pelaksanaan cambuk terhadap keduanya berlangsung terpisah dan dilakukan oleh algojo yang ditunjuk resmi oleh aparat penegak hukum syariat.

Sementara itu, dalam perkara ikhtilat atau pelanggaran terhadap batas pergaulan non-mahram, dua terpidana lainnya, Safwal dan Yus Nizar, masing-masing menjalani 18 kali cambuk. Eksekusi tersebut merujuk pada Pasal 25 ayat (1) Qanun yang sama.

Lima terpidana lainnya — Agung Pramestu, Fadlisyah, Rio Taufandy, Nurjasa, dan Suryawati — dinyatakan bersalah dalam perkara maisir. Mereka dijatuhi hukuman antara tujuh hingga sembilan kali cambuk setelah terbukti melakukan praktik perjudian.

Sebelum menjalani eksekusi, kesembilan terpidana terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Dari hasil pemeriksaan, seluruhnya dinyatakan dalam kondisi fisik yang layak untuk menjalani uqubat cambuk.

Pelaksanaan cambuk berjalan dengan pengamanan ketat aparat dari Satpol PP dan WH serta personel Polresta Banda Aceh. Proses berlangsung kondusif, meskipun cukup menyedot perhatian masyarakat yang memadati area pelaksanaan.

Muhammad Kadafi berharap, eksekusi ini menjadi pelajaran bagi masyarakat luas untuk tidak melanggar ketentuan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Ia juga mengimbau masyarakat agar menjadikan hukum positif yang berlaku di Aceh sebagai pedoman dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat.

“Pelaksanaan uqubat cambuk ini bukan sekadar bentuk hukuman, tetapi juga upaya edukatif agar masyarakat senantiasa menjauhi pelanggaran syariat. Penegakan hukum syariat di Aceh akan terus berjalan sesuai dengan koridor peraturan yang berlaku,” katanya.

Penerapan Qanun Jinayat di Aceh merupakan implementasi dari kekhususan daerah dalam kerangka otonomi khusus. Hukum ini mencakup pelanggaran-pelanggaran syariat yang tidak dijumpai dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), seperti zina, maisir, khamar, dan ikhtilat.

Eksekusi uqubat cambuk yang digelar secara terbuka tersebut menjadi bagian dari prinsip transparansi hukum syariat, sekaligus pengingat publik akan konsekuensi dari pelanggaran terhadap norma-norma agama di Serambi Mekah. (*)

Berita Terkait

Rekaman CCTV Kekerasan Ibu Terhadap Anak Empat Tahun di Ketapang Viral, Polisi Buru Pelaku
Kasatpol PP dan WH Nagan Raya Klarifikasi Pemberitaan Pengusiran Personel Saat Demo GERAM
Penembakan di Tiro Harus Diusut Tuntas, Pang Lima TNI Jangan Tutup Mata, Persoalan Bendera Aceh Bukan Alasan Untuk Melakukan Kekerasan
SMPA Kecam Insiden Berdarah di Pidie, Desak Pengusutan Secara Transparan dan Penegakan Hukum yang Berkeadilan
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa
Refly Harun Cecar Jokowi Soal Nama Mulyono di Sidang Kasus Ijazah Roy Suryo

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru