Kutacane Bara News Jumat 16 januari 2026. | Sejumlah aktivis dan Wartawan temukan Barang bantuan menumpuk di gudang BPBD Aceh Tenggara pada hari Rabu tanggal 14/januari 2026. setelah berakhirnya masa tanggap darurat bencana di Aceh Tenggara. 10 januari 2026.
Ada pun barang barang bantuan ini diduga merupakan dari sejumlah donasi yang belum di bagikan kepada korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh Tenggara pada 26 Nopember 2025 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
dari vidio yang beredar terlihat sejumlah aktivis Zulkanedi koordinator lsm Kaliber Aceh dan Jurnalis serta Amrin kabid Logistik menemani para aktivis ini membuka kunci gembok dan rantai gudang.
ditemukan di dalam gudang kantor BPBD Aceh Tenggara jalan Kutacane Medan Persisnya di Dusun pasar melantang Kute Bambel Gabungan kec Bambel Kutacane Aceh Tenggara.
Vidio penemuan barang barang bantuan ini yang di duga barang bantuan untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tenggara yang masih menumpuk ribuan karton berupa makanan ringan dan perlengkapan rumah tangga yang telah viral di media sosial sejak kamis 15 januari 2026 di Aceh Tenggara.
Adapun jenis barang barang yang masih menumpuk di Gudang Dusun Pasar Melantang ini antara lain Beras, minyak goreng , susu, Air mineral jenis roti makanan ringan mie instan dan jenis kebutuhan lain.
Penemuan barang bantuan ini setelah berakhirnya masa tanggap darurat bencana di Aceh Tenggara selama 14 hari terhitung sejak 27 desember 2025 sampai 10 januari 2026.
Tuding Tak Disalurkan, Kalaksa BPBD Agara bantah Logistik Menumpuk Di Gudang untuk korban banjir bandang dan tanah longsor.
Kalaksa BPBD Aceh Tenggara, Mhd Asbi ST, MM membantah tudingan dari sejumlah aktifis LSM dan temuan awak media ini yang diduga logistik kebutuhan bahan pokok menumpuk di gudang BPBD tak disalurkan untuk korban banjir dan tanah longsor di Aceh Tenggara yang terjadi di akhir Nopember 2025 lalu.
Bantuan yang banyak menumpuk didalam gudang BPBD Aceh Tenggara yakni beras, minyak goreng, susu untuk anak, air mineral, roti dan jenis lain nya
Kepada Media, melalui sambungan WhatsApp, Jumat (16/1), Kalaksa BPBD Aceh Tenggara, Mhd Asbi ST, MM menegaskan barang yang di dalam gudang BPBD adalah stock op name yang diterima dari BNPB dan BPBA untuk diserahkan pada saat-saat kejadian bencana yang sewaktu-waktu terjadi, baik banjir, tanah longsor maupun kebakaran perumahan dan permukiman .
“Barang dalam gudang tersebut bukan barang donasi tetapi barang yang rutin selama ini datang melalui pesawat dari BNPB dan BPBA, menjadi barang persediaan. Saya kira tindakan oknum LSM ini tidak melalui mekanisme atau prosedur dan beretika, masuk ke pekarangan gudang BPBD tanpa izin mengambil dokumentasi dari saya sebagai pimpinan meski sudah dilarang oleh Kabid Logistik itu sendiri,” ucapnya kesal..(Redaksi/ks).




































