slot preparation.lsrs.lu

Rumah Warga Remukut Rata Diterjang Banjir Bandang, Pemerintah Dinilai Lamban Bertindak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 00:44 WIB

50255 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Banjir bandang kembali menelan permukiman warga di pedalaman Aceh, meninggalkan puing rumah kayu yang roboh dan hanyut terbawa arus sungai yang meluap. Tidak ada lagi dinding yang berdiri, hanya atap seng yang terseret lumpur dan tiang rumah yang patah, menjadi saksi betapa dahsyatnya hantaman air bah di kawasan padat penduduk tersebut.

Berdasarkan pantauan, peristiwa itu terjadi di Remukut, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, memperlihatkan sedikitnya dua unit rumah di bibir sungai hancur total, setengah bangunannya sudah masuk ke dalam aliran keruh, sementara rumah lain di belakangnya miring dan terancam ambruk. Di latar belakang, kubah masjid dan perbukitan masih terlihat, menegaskan betapa dekatnya permukiman dengan zona rawan bencana yang selama ini dibiarkan tanpa penataan sempadan yang tegas.

Kejadian yang berlangsung pada Sabtu, 27 September 2026 ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Bukan hanya duka yang muncul, melainkan juga kekecewaan mendalam terhadap lambannya respons pemerintah daerah. Warga mempertanyakan di mana kehadiran bupati dan jajaran terkait saat rumah-rumah warga rata dengan tanah. Di lapangan, keluhan soal relokasi pun mencuat. Hunian sementara dikabarkan sudah dibongkar, sementara hunian tetap belum rampung, membuat korban banjir terkatung-katung tanpa kepastian tempat tinggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inilah potret buram mitigasi bencana di Gayo Lues. Bencana datang setiap tahun, namun solusi permanen tak pernah hadir. Pemerintah seolah hanya hadir dalam bentuk janji, sementara warga harus berjuang sendiri menyelamatkan keluarga dari terjangan air. Lebih ironis lagi, di tengah duka tersebut, perdebatan soal sentimen kesukuan justru muncul, mengaburkan substansi utama: negara gagal melindungi rakyatnya di kawasan paling rawan.

Jika pola pembiaran ini terus dipelihara, maka yang tenggelam bukan hanya rumah-rumah di Remukut, melainkan juga kepercayaan publik terhadap tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan warganya. (*)

Berita Terkait

Satgas PRR Aceh Petakan Tiga Hulu Sungai Penyebab Banjir Gayo Lues yang Rendam Ratusan Keluarga
Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung
Pembuatan Sumur Bor TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Berlanjut
Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 13:31 WIB

Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Berita Terbaru

NASIONAL

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:45 WIB