slot preparation.lsrs.lu

Rapor Merah Dua Tahun Prabowo-Gibran: 75 Persen Publik Stres, Harga Pangan dan Lapangan Kerja Jadi Pemicu Utama

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:13 WIB

50215 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA |  Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merilis temuan yang menggambarkan tekanan sosial yang meluas di tengah dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayoritas masyarakat mengaku mengalami tekanan psikologis akibat arah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan dasar.

Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengungkapkan, dari 1.122 responden masyarakat umum yang disurvei, sebanyak 75 persen mengaku stres akibat kebijakan pemerintah. Bahkan secara lebih spesifik, 67 persen responden menyatakan stres akibat perilaku Presiden Prabowo Subianto. Survei ini menjadi bagian dari laporan bertajuk Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang dipublikasikan pada Senin, 12 Oktober 2026.

Tekanan tersebut, menurut Bhima, bukan muncul tanpa sebab. Apa yang dirasakan publik berkaitan langsung dengan persoalan fundamental yang belum terjawab, mulai dari lonjakan harga bahan pokok, sulitnya akses pekerjaan, hingga penegakan hukum yang dinilai tumpul. Dari sisi apa, harga kebutuhan pokok tercatat sebagai persoalan paling mendesak. Sebanyak 78 persen responden menegaskan persoalan ini harus segera diselesaikan pemerintah. Di mana keresahan itu terjadi, hampir merata di kelompok masyarakat umum yang menjadi responden.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siapa yang paling terdampak terlihat dari potret ekonomi rumah tangga. Sebanyak 53 persen responden menyatakan kondisi ekonomi keluarganya memburuk dibandingkan tahun sebelumnya. Mengapa hal itu terjadi, temuan CELIOS mengindikasikan kegagalan pemerintah dalam menjaga stabilitas daya beli dan menyediakan lapangan kerja, di saat kebijakan yang diambil justru menambah beban psikologis warga.

Kritik tidak hanya datang dari masyarakat umum. Bagaimana kalangan ahli melihat pemerintahan ini jauh lebih keras. Survei yang melibatkan total 1.142 responden masyarakat umum dan 129 responden ahli tersebut mencatat, sebanyak 92 persen responden ahli menyatakan khawatir terhadap arah kebijakan pemerintahan Prabowo, dengan 80 persen di antaranya mengaku sangat khawatir.

Penilaian terhadap kinerja Presiden pun anjlok. Masyarakat umum hanya memberi skor rata-rata 4,6 dari 10 untuk Prabowo. Di kalangan ahli, nilainya lebih rendah lagi, hanya 2,8 dari 10. Rinciannya, 48 persen masyarakat umum memberi nilai 1 sampai 4, 23 persen memberi nilai 5 sampai 6, dan hanya 28 persen yang memberi nilai 7 sampai 10. Angka 1 menjadi skor yang paling banyak dipilih, dengan proporsi mencapai 23 persen dari total responden.

Hasil survei ini memang menggambarkan penilaian kelompok responden yang diteliti dan tidak serta-merta mewakili seluruh masyarakat Indonesia. Namun tingginya angka stres, rendahnya skor kepuasan, dan besarnya kekhawatiran ahli menjadi sinyal keras bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran menghadapi krisis kepercayaan publik yang serius pada dua tahun pertama masa pemerintahannya. (*)

Berita Terkait

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik
Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran
Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden
Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri
Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini
ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun
Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru