slot preparation.lsrs.lu

Prabowo Sentil Akademisi dan Ingatkan Bahaya Antek Asing di Ponorogo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 05:23 WIB

50179 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PONOROGO – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah kalangan akademisi yang dinilainya abai terhadap kondisi sosial di tanah air. Dalam pidato pada acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9), Prabowo secara terbuka menyayangkan sikap profesor yang dianggap tidak mampu melihat ketidakadilan dan justru cenderung membela kepentingan pihak asing.

Prabowo menegaskan rasa herannya atas fenomena intelektual yang justru berpihak pada kepentingan luar, bukan pada rakyat sendiri. Ia menekankan bahwa posisi sebagai seorang akademisi atau profesor seharusnya membawa kebermanfaatan bagi bangsa, bukan sebaliknya. Meski tidak menyebut secara spesifik nama maupun institusi yang dimaksud, pernyataan ini mencerminkan kegelisahan Presiden terhadap keberpihakan intelektual di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti ancaman infiltrasi pihak asing yang dinilai berusaha mempengaruhi opini publik melalui media sosial. Ia menuding adanya kelompok yang ia sebut sebagai “antek-antek asing” yang memiliki sumber daya finansial besar untuk membayar pendengung atau buzzer guna memanipulasi isu. Presiden mengingatkan masyarakat, khususnya para santri dan generasi muda, untuk tidak mudah tertipu oleh informasi yang beredar di dunia maya dan harus memiliki nalar kritis yang kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden menolak klaim bahwa pemerintahannya hanya berfokus pada retorika atau “omon-omon”. Ia mengklaim bahwa dalam dua tahun masa kepemimpinannya, pemerintahan telah menunjukkan bukti nyata keberhasilan melalui kerja keras di berbagai sektor, termasuk swasembada pangan dan energi. Prabowo menegaskan bahwa kemandirian bangsa adalah harga mati yang tidak bisa ditawar, terutama di tengah ketidakpastian dunia yang penuh dengan konflik dan perang.

Prabowo menutup pesannya dengan menekankan pentingnya karakter berjiwa besar dan integritas tinggi bagi calon pemimpin bangsa. Ia mewanti-wanti agar integritas tidak dikorbankan demi jabatan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemimpin yang cerdas, tidak mudah dibohongi, dan memiliki keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri demi memastikan kesejahteraan rakyat, mulai dari pemenuhan gizi anak-anak hingga penghapusan kemiskinan. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru