slot preparation.lsrs.lu

Polemik Kawasan TNGL di Putri Betung, Pemkab dan TNGL Mulai Padukan Data

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 26 Agustus 2025 - 15:20 WIB

50730 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blangkejeren, 25 Agustus 2025 – Polemik mengenai permukiman dan perkebunan warga di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, terus berlanjut. Masyarakat di lima desa yang masuk kawasan konservasi—Pungke Jaya, Ramung Musara, Meloak Sepakat, Meloak Aih Ilang, dan Singah Mulo—tetap berharap agar mereka tidak direlokasi, mengingat jejak sejarah keberadaan mereka di sana sudah berlangsung lama.

Dalam pemaparan tim gabungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, yang melibatkan sejumlah SKPK, ditunjukkan bahwa masyarakat telah menempati kawasan tersebut sejak sekitar tahun 1930. Beberapa keluarga bahkan menghadirkan bukti makam leluhur lengkap dengan tahun yang tertera di nisan, untuk memperkuat klaim sejarah keberadaan mereka.

Selain itu, hasil pemeriksaan lapangan juga mencatat bahwa masyarakat hanya menanam pohon buah sebagai sumber kehidupan. Temuan ini menepis kekhawatiran bahwa lahan tersebut digunakan untuk membuka perkebunan sawit, yang selama ini menjadi isu sensitif terkait kerusakan kawasan hutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gayo Lues juga memaparkan temuan visual dan dokumentasi terkait bukti-bukti sejarah serta pola pemanfaatan lahan masyarakat. Data tersebut diharapkan bisa menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan solusi yang adil.

Dari pihak TNGL, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Blangkejeren, Ali Sadikin, menegaskan dukungan terhadap upaya yang dilakukan Pemkab. Menurutnya, data yang dihimpun pihak TNGL bukan dimaksudkan sebagai tandingan terhadap data pemerintah daerah, melainkan sebagai tambahan yang bisa dijadikan acuan jika diperlukan.

“Data ini bukan sebagai pembanding dari data pemkab, melainkan sebagai acuan bila dibutuhkan. Kami siap mendukung Pemda Gayo Lues terkait data sejarah lima desa di Putri Betung, aktivitas masyarakat di wilayah TNGL, hingga data fasilitas umum dan sosial yang ada,” ujar Ali Sadikin.

Pemkab Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk terus menyiapkan data yang telah dikumpulkan, yang nantinya akan dipaparkan dalam pertemuan resmi bersama Balai Besar TNGL Aceh. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.

Wakil Bupati Gayo Lues, Maliki, sebelumnya menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan berhenti memperjuangkan nasib masyarakat yang sudah lama tinggal di kawasan tersebut. “Banyak masyarakat yang tinggal di sana, jadi kami akan terus berusaha mencari jalan terbaik agar kepentingan mereka dan ketentuan hukum dapat berjalan seiring,” katanya.

Polemik ini mencerminkan tantangan klasik di wilayah konservasi, yakni bagaimana menemukan titik keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat. Dengan adanya upaya pemaduserasian data antara Pemkab dan TNGL, diharapkan solusi yang akan dirumuskan mampu melindungi kepentingan warga tanpa mengorbankan amanat pelestarian kawasan hutan Leuser. (*)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru