JAKARTA – Sebuah potongan video yang menampilkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam perjalanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu, 16 September 2026, memicu kegaduhan di ruang publik. Dalam rekaman yang viral tersebut, Teddy terlihat mengarahkan sejumlah orang untuk bergeser dari posisi semula di dalam gerbong kepresidenan. Tindakan tersebut seketika memantik spekulasi tajam di media sosial yang menarasikan bahwa Teddy telah melakukan pengusiran terhadap sejumlah pejabat, termasuk pihak Kementerian Perhubungan dan jajaran operator transportasi publik tersebut.
Narasi miring yang berkembang di tengah masyarakat ini menuntut transparansi dari lingkaran dalam istana. Menanggapi situasi tersebut, pihak Sekretaris Kabinet melalui akun Instagram @catatanseskab memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan duduk perkara. Dalam penjelasannya, pihak Seskab menegaskan bahwa video yang beredar di masyarakat adalah potongan klip yang tidak merepresentasikan konteks kejadian secara utuh. Menurut keterangan tersebut, aksi yang dilakukan Teddy bukanlah bentuk arogansi, melainkan upaya pengaturan ruang gerak di dalam gerbong yang terbatas.
Seskab berdalih bahwa pengalihan posisi orang-orang di dalam gerbong dilakukan demi memberikan akses prioritas bagi penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Langkah ini diambil agar mereka bisa berada di posisi yang lebih dekat dengan Presiden Prabowo sehingga dapat berinteraksi langsung. Pihak Sekretariat Kabinet memastikan bahwa Teddy bahkan mendampingi para penyandang disabilitas tersebut hingga mereka turun dari LRT. Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pejabat negara mengenai pentingnya komunikasi publik yang transparan dan etika protokoler yang bijak di ruang publik, mengingat setiap gerak-gerik pejabat kini berada dalam pengawasan ketat masyarakat melalui lensa kamera ponsel. (*)








































