slot preparation.lsrs.lu

PLT Kepala Dinas Tidak Berwenang Pindahkan PPL, Perlu Evaluasi Kinerja

- Redaksi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 11:38 WIB

50390 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLT Kepala Dinas Tidak Berwenang Pindahkan PPL, Perlu Evaluasi Kinerja

 

Aceh Timur | Sesuai dengan keputusan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas tidak memiliki kewenangan untuk memindahkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari satu tempat tugas ke tempat lainnya. Keputusan tersebut menegaskan bahwa kewenangan mutasi pegawai hanya dapat dilakukan oleh pejabat definitif sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.Idi, 27 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, dalam praktik di lapangan, terdapat tindakan dari seorang PLT Kepala Dinas yang tetap melakukan pemindahan PPL. Langkah tersebut dinilai menyalahi aturan dan berpotensi mengganggu jalannya pelayanan penyuluhan pertanian di daerah.

“Seorang PLT hanya berwenang melaksanakan tugas rutin dan tidak bisa mengambil kebijakan strategis, apalagi menyangkut mutasi pegawai. Oleh karena itu, tindakan ini harus menjadi perhatian serius,” ungkap salah seorang sumber internal.

Masyarakat, khususnya kalangan penyuluh pertanian, meminta agar pejabat berwenang segera melakukan evaluasi terhadap kinerja PLT Kepala Dinas tersebut. Hal ini penting agar tata kelola pemerintahan berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan para penyuluh yang merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memiliki peran vital dalam mendampingi petani, meningkatkan produktivitas, serta menjaga ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, segala bentuk kebijakan terkait penugasan mereka harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai ketentuan hukum.

“Evaluasi kinerja PLT menjadi langkah penting agar tidak terjadi lagi kebijakan yang melampaui kewenangan. Pemerintahan yang baik harus berjalan berdasarkan aturan, bukan pada keputusan sepihak,” tegas seorang pengamat kebijakan publik.

Dengan adanya sorotan ini, diharapkan pemerintah daerah segera mengambil sikap tegas agar kinerja penyuluh tidak terganggu dan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan optimal.

Berita Terkait

Dana SPP Eks PNPM Julok Diduga Raib Miliaran Rupiah, Aktivis Desak Kejari Aceh Timur Bongkar Skandal Lama
Hawalies Abwar Apresiasi PT Medco dan BPMA, Media Edukasi Dinilai Perkuat Sinergi dan Profesionalisme Insan Pers
Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Ditunjuk sebagai Plh Kepala SMAN 1 Simpang Ulim
Siswa SMAN 1 Simpang Ulim Gelar Aksi Protes Lingkungan Sekolah yang Gersang
Abi Tanjung Dalam Isi Tausiah Maulid Di Dayah Budi Darul Aman
LAKI dan Forum Keuchik Idi Tunong Apresiasi Gerak Cepat Bupati Al-Farlaky Tangani Jalan Idi–Keude Geurobak
Kapolres Aceh Timur Ngopi Bareng Bersama Elemen Masyarakat Peudawa, Bahas Narkoba Hingga Tertib Berlalu Lintas
Subuh Keliling, Langkah Kapolres Aceh Timur Merawat Harkamtibmas

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 13:31 WIB

Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Berita Terbaru

NASIONAL

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:45 WIB