JAKARTA, 19 September 2026 – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini dalam keadaan aman dan mencukupi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa ketahanan stok BBM berada di kisaran 18 hingga 20 hari, yang berarti masih berada di atas standar minimum kebutuhan nasional.
Pernyataan ini disampaikan menyusul laporan mengenai antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Makassar, Sulawesi Selatan, yang kini dilaporkan telah berhasil diatasi. Pemerintah mengidentifikasi bahwa lonjakan antrean tersebut dipicu oleh peralihan konsumen dari penggunaan BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi. Selain itu, pihak kepolisian menemukan adanya indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dilakukan melalui modifikasi tangki kendaraan dengan kapasitas yang tidak wajar, mulai dari ratusan liter hingga mencapai satu ton.
Untuk merespons temuan tersebut, Kementerian ESDM kini memperketat pengawasan dan berkoordinasi secara intensif dengan PT Pertamina. Langkah penertiban ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah selaku regulator untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan lebih tepat sasaran dan mencegah praktik kecurangan yang merugikan masyarakat luas. Pengawasan di lapangan akan terus ditingkatkan guna menjamin kelancaran pasokan energi nasional tetap stabil dan sesuai dengan peruntukannya. (*)








































