GAYO LUES – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menegaskan pentingnya pembangunan hunian tetap (huntap) relokasi pascabencana tidak hanya menyediakan rumah bagi korban, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. Bupati Gayo Lues meminta perusahaan pelaksana proyek huntap yang nilai kontraknya mencapai lebih dari Rp600 miliar, agar memberdayakan tenaga kerja lokal selama proses pembangunan berlangsung.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin rapat Pre-Construction Meeting (PCM) dan Mutual Check Nol (MC-0) pembangunan huntap serta prasarana pendukung Gayo Lues 2 dan Gayo Lues 3. Menurutnya, perputaran ekonomi yang dihasilkan dari besarnya anggaran proyek mesti dirasakan seluas-luasnya oleh warga Gayo Lues, baik melalui peluang kerja maupun kemitraan usaha.
Bupati mencontohkan pengalaman pembangunan hunian sementara sebelumnya di Agusen, di mana hampir seluruh proses melibatkan tukang dan pekerja lokal sehingga manfaatnya langsung mengalir ke masyarakat. Ia pun berharap minimal 50 persen tenaga kerja yang dilibatkan pada pembangunan huntap berasal dari masyarakat Gayo Lues. Selain aspek tenaga kerja, perusahaan penyedia jasa juga diminta membuka ruang kemitraan dengan pelaku usaha lokal untuk penyediaan material hingga kebutuhan pembangunan lainnya.
Di sisi lain, Bupati memastikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kelancaran proyek hunian tetap, termasuk penyediaan dan fasilitasi lahan. Ia menekankan agar persoalan di lapangan, seperti pembebasan lahan, bisa segera diselesaikan bersama sehingga proses pembangunan tidak terganggu.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga meminta camat dan kepala desa berperan aktif menciptakan kondisi kondusif di wilayahnya guna mendukung suksesnya pembangunan huntap. Seluruh pihak diharapkan dapat menjaga fokus dan kerja sama hingga proyek tuntas sesuai target waktu. Kepada perusahaan pelaksana, pemerintah daerah dan Balai Perumahan P2P Kementerian PUPR Provinsi Aceh menekankan pentingnya kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, kesiapan sumber daya, dan keselamatan konstruksi.
Pembangunan hunian tetap ini merupakan bagian dari agenda besar rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, khususnya untuk Kabupaten Gayo Lues. Selain ditujukan untuk memastikan kehidupan layak bagi warga terdampak, keberhasilan proyek ini juga diharapkan menjadi motor pemulihan dan penggerak ekonomi masyarakat lokal. (Abdiansyah)








































