slot preparation.lsrs.lu

Minim Alat Berat, Kadis PUPR Aceh Tenggara Minta BPJN dan BWS Siaga di Titik Rawan Banjir

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:02 WIB

50252 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA – Keterbatasan alat berat menjadi penghambat utama penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh Tenggara. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara, Sadli, meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menyiagakan alat berat di sejumlah titik yang selama ini menjadi langganan bencana.

Desakan itu muncul karena intensitas hujan yang tinggi terus mengguyur wilayah Aceh Tenggara dan berpotensi memicu bencana susulan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi di lapangan menunjukkan penanganan bencana tidak bisa berjalan optimal karena peralatan yang dimiliki pemerintah kabupaten sangat terbatas.

Sadli menyebut sedikitnya dibutuhkan empat unit alat berat yang disiagakan di lokasi rawan untuk memastikan penanganan bisa dilakukan cepat saat banjir dan longsor terjadi. Tanpa dukungan dari BPJN dan BWS, kata dia, upaya mitigasi dan evakuasi material di lapangan akan terus terkendala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kabupaten Aceh Tenggara rawan banjir dan longsor, dengan kerja sama yang baik dan tanggung jawab masing-masing, insya Allah semua bisa terselesaikan. Penanganan bencana akan terkendala jika alat minim, mohon kerjasamanya, BPJN dan BWS karena alat kita terbatas,” ujar Sadli pada Senin, 12 Oktober 2026.

Kritik terhadap lemahnya penanganan jangka panjang juga datang dari warga. Di Kecamatan Bambel, tanggul di kawasan Lawe Bulan kembali jebol setelah diguyur hujan deras berkepanjangan. Jebolnya tanggul tersebut membuat air meluap hingga ke badan jalan nasional Kutacane-Sumatera Utara dan merendam permukiman di Desa Bambel Gabungan. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh total dan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.

Warga menilai pola penanganan yang dilakukan selama ini hanya bersifat darurat dan berulang tanpa solusi permanen. Seorang warga Bambel, Mutardi, menilai BWS Sumatera I terkesan menutup mata terhadap kondisi yang terjadi setiap tahun. Ia menegaskan masyarakat membutuhkan kepastian pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang kuat, bukan sekadar penanganan sesaat ketika bencana sudah meluas. (*)

Berita Terkait

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Gelar Subuh Keliling dan Jumat Curhat
Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS
Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen
BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan
Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah
DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.
Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran
Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru