slot preparation.lsrs.lu

Mengapa Petisi Penolakan Tambang di Beutong Mengendap? Siapa yang Membekingi Alat Berat dan Apa Peran Aparat?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 16:50 WIB

50350 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGAN RAYA | Aksi penolakan tambang di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, kembali menggema, namun hingga kini suara masyarakat seolah lenyap tanpa respons berarti dari institusi negara. Pada 30 Agustus 2026, ratusan warga yang tergabung dalam Perempuan Beutong Bersatu (PBB) kembali mengingatkan janji Komandan Korem 012/Teuku Umar yang menerima petisi penolakan tambang. Namun, sampai saat ini, publik, khususnya masyarakat Beutong, belum memperoleh penjelasan maupun kejelasan tindak lanjut dari aparat terkait.

Ketua PBB, Saudah, mengaku heran atas sikap diam yang ditunjukkan institusi TNI maupun pemerintah daerah. Semua pihak menunggu langkah nyata dan jawaban pasti dari petisi yang sebelumnya telah diserahkan langsung oleh rakyat kepada TNI, bahkan telah mendapat tanda tangan geuchik sebagai simbol keseriusan penolakan. Lantas, siapa sebenarnya yang membekingi alat berat yang sejak lama beroperasi di wilayah itu? Apa relasi mereka dengan para pelaku tambang yang ditolak mentah-mentah oleh masyarakat?

Masyarakat kian resah, sebab alat berat tetap berlalu-lalang di daerah mereka, sementara petisi dan aksi penolakan justru tak kunjung mendapat perhatian serius. Siapa yang mengizinkan alat berat itu masuk? Apakah ada tangan-tangan tak terlihat di balik kekuatan modal yang beroperasi di sana, yang seolah tak tersentuh hukum? Dugaan adanya ‘setoran’ ke pihak berseragam pun santer terdengar, mempertebal kecurigaan masyarakat terhadap adanya kongkalikong kekuasaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukankah tugas institusi TNI dan pemerintah daerah untuk melindungi rakyat dan memastikan aspirasi masyarakat diakomodasi? Mengapa suara perlawanan masyarakat seperti diredam dan petisi yang telah diserahkan mengendap tanpa ada sikap jelas? Masyarakat mempertanyakan kepastian, bukan hanya janji kosong.

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar – untuk siapa sebenarnya ruang hidup di Beutong Ateuh Banggalang dijaga? Untuk rakyat yang tiap hari berlumur debu dan tanah karena lalu-lalang alat berat, atau untuk kepentingan segelintir elite yang hingga kini masih belum berani tampil terbuka sebagai pelindung kepentingan tambang? Dan hingga kapan masyarakat harus bertahan tanpa kepastian, sementara alat-alat berat terus merangsek ke tanah mereka tanpa henti?

Ketika rakyat sudah berulang kali bersuara, menolak tambang dengan cara-cara damai hingga petisi pun sudah disampaikan kepada institusi negara, publik pantas mempertanyakan: siapa sebenarnya pemain utama di balik keberanian alat berat menjarah ruang hidup rakyat Beutong? Apakah benar ada ‘setoran’ ke pihak berseragam, atau justru ada pembiaran yang disengaja demi keuntungan pihak tertentu? Sudah saatnya seluruh kinerja dan komitmen institusi terkait diuji di atas kepentingan rakyat, bukan di bawah bayang-bayang uang dan kekuasaan. (*)

Berita Terkait

Pemkab Nagan Raya Luncurkan Aplikasi Simpadu Nara, Permudah Pengajuan Dana Desa untuk 222 Gampong
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting
DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen
Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Negeri Babah Rout Tanamkan Nilai Keteladanan dan Akhlak Mulia kepada Siswa

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru