slot preparation.lsrs.lu

Membongkar Narasi Keliru: Salah Ucap Presiden Prabowo Bukan Strategi Intelijen

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:04 WIB

50157 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Sejumlah unggahan di media sosial belakangan ini ramai memperbincangkan kekeliruan verbal yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan pidato. Narasi yang berkembang di ruang digital mengklaim bahwa insiden salah ucap tersebut bukanlah kesalahan murni, melainkan bagian dari skenario atau strategi intelijen yang sengaja dirancang untuk tujuan tertentu.

Berdasarkan penelusuran yang dikutip dari kanal Tempodotco pada Senin, 12 Oktober 2026, teridentifikasi setidaknya 26 video yang menyebarkan narasi bahwa kesalahan tutur kata Presiden merupakan kode intelijen dari komando pasukan khusus. Konten-konten tersebut diketahui diunggah oleh 19 akun berbeda secara terkoordinasi, terutama sepanjang periode Juli hingga September 2026, dengan total akumulasi tayangan mencapai 2,5 juta.

Investigasi mendapati bahwa penyebaran narasi tersebut secara konsisten mengutip pernyataan dari seorang influencer investasi bernama Gema Goardi. Dalam video berdurasi 22 menit yang diunggah pada 8 Juli 2026, influencer tersebut mengklaim bahwa kekeliruan ucapan Presiden berfungsi sebagai strategi untuk memetakan kelompok pendukung maupun pihak kontra terhadap pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, peneliti politik dan militer dari Institute of South East Asian Studies (ISEAS) Yusof Ishak Institute, Made Supriatma, menegaskan bahwa narasi tersebut tidak berdasar. Menurutnya, seorang presiden secara hierarkis merupakan pemegang kendali dan penerima laporan intelijen, bukan pihak yang memproduksi informasi tersebut. Ia menilai bahwa salah ucap merupakan kesalahan manusiawi yang tidak disengaja, meski kemudian menarik perhatian serta kritik dari masyarakat.

Senada dengan hal itu, pengamat intelijen pertahanan dan keamanan, Ngasiman Joyonegoro, turut menepis keterkaitan insiden tersebut dengan operasi intelijen. Ia mencontohkan bahwa penanganan berbagai isu hukum, seperti kasus korupsi, murni merupakan ranah penegakan hukum dan tidak memiliki kaitan dengan operasi intelijen seperti yang dinarasikan.

Dalam kacamata psikolinguistik, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Jawa Timur, Fajar Junaidi, menjelaskan bahwa kekeliruan saat berpidato adalah hal yang wajar. Menurutnya, fenomena tersebut mencerminkan interaksi antara proses mental dan kerja otak yang kompleks saat seseorang memproduksi bahasa secara lisan. Hingga saat ini, pihak pemerintah melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Muhammad Qodari, belum memberikan respons resmi terkait klaim yang beredar di media sosial tersebut. (*)

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:11 WIB

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Selasa, 3 November 2026 - 11:15 WIB

Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 10:34 WIB

DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Minggu, 1 November 2026 - 20:10 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 12:10 WIB

Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Negeri Babah Rout Tanamkan Nilai Keteladanan dan Akhlak Mulia kepada Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Istri Kunci Kamar Rumah Dinas hingga Pagi, Ketua DPRK Nagan Raya Dilaporkan ke Polisi dan Desakan PAW Menguat

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB