slot preparation.lsrs.lu

Mahfud MD Soroti Praktik Jual Beli Jabatan Menteri yang Kian Marak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026 - 05:02 WIB

50253 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, melontarkan kritik tajam terhadap fenomena politik di tanah air yang dinilainya telah menyimpang jauh dari etika bernegara. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya praktik jual beli jabatan, di mana posisi menteri saat ini diduga kerap diperebutkan dengan cara menyetor uang hingga puluhan miliar rupiah. Mahfud menegaskan bahwa dalam pengalamannya menjabat selama 24 tahun di berbagai posisi strategis, ia tidak pernah terlibat dalam kontestasi yang mengharuskan penggunaan modal besar atau praktik suap untuk menduduki jabatan publik.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Mahfud saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi yang berlangsung pada 23 September 2026. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia seharusnya menjadi instrumen untuk menjalankan kewajiban moral dan pengabdian kepada rakyat, bukan sekadar komoditas untuk memperkaya diri atau kelompok melalui praktik koruptif. Ia membandingkan kondisi birokrasi masa lalu dengan situasi hari ini yang dinilainya sudah sangat jauh dari nilai-nilai profetik dan etika pemerintahan yang seharusnya dijunjung tinggi.

Dalam paparannya, Mahfud juga menyoroti bobroknya sistem rekrutmen politik di berbagai level, mulai dari pemilihan anggota legislatif hingga pengisian jabatan hakim, yang menurutnya sudah terkontaminasi oleh praktik suap. Ia menekankan bahwa integritas adalah harga mati, dan selama masa jabatannya, ia menolak tegas tawaran dana operasional ilegal dari pihak-pihak tertentu yang mencoba melakukan gratifikasi. Mahfud justru menantang siapapun yang merasa pernah memberikan uang atau menyuap dirinya untuk mengungkap bukti tersebut, karena ia meyakini bahwa transparansi dan keberanian melawan korupsi adalah kunci untuk menjaga kemajuan bangsa yang telah diperjuangkan sejak tahun 1945. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal
Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar
Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru