slot preparation.lsrs.lu

Mahasiswa dan Eksistensinya Kini

denny

- Redaksi

Minggu, 9 Juni 2024 - 20:34 WIB

50562 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alawan Samri (dok Ist)

Alawan Samri (dok Ist)

“Saya lebih senang pemuda yang merokok dan minum kopi sambil diskusi tentang bangsa ini, dari pada kutu buku yang hanya memikirkan diri sendiri”

-Ir. Soekarno-

Melihat pemuda merokok dan minum kopi sambil bermain gadget sudah menjadi pemandangan lumrah di Kota Banda Aceh, warung kopi sudah menjadi tempat kumpul pemuda Aceh. Di mana mereka bercengkerama dan saling berbagi cerita.

Pemuda ialah sekumpulan mahasiswa yang mempunyai nilai integritas dan kedudukan yang tinggi dalam falsafah sosial bernegara serta penyambung lidah rakyat yang tertindas oleh penguasa yang berkuasa. Jika sudah menunjukkan kemampuan dan kekuasaannya bisa menjadi sebuah kekuatan besar serta bisa menjatuhkan penguasa yang sedang berkuasa. Dengan gerakan-gerakan, kritik sosial pemerintah, ide cemerlang, layak menjadi leader (pemimpin) bangsa, pengatur, pengamat, juga sebagai awal pertemuan baru atau terobosan baru. Maka, mahasiswa disebut sebagai penerus bangsa dan sebagai agent of change (agen perubahan).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada tahun tahun 1950-an sampai puncaknya pada tahun 1998 begitu banyak kontribusi yang diberikan mahasiswa terhadap bangsa ini, mahasiswa berkumpul bersama menyatukan kekuatan memperjuangkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan melakukan aksi demo, aksi damai serta aksi unjuk rasa, dengan cara itulah mahasiswa menunjukan beberapa bukti sikap kritisnya.

Namun saat ini sedikit demi sedikit banyak mahasiswa yang lupa akan peran dan fungsinya, mereka hanya fokus pada satu bidang yang dijalani saja, dengan alasan ingin mendapatkan nilai yang tinggi.

Tentunya, anggapan yang tersebar bahwa mahasiswa yang memperoleh nilai tinggi dianggap sebagai sosok kutu buku yang hanya memikirkan diri sendiri dan tidak peduli masalah disekitar masyarakat, asal mereka duduk nyaman di ruangan, “katanya lagi fokus belajar”.

Tak hanya itu, begitu banyak mahasiswa pada saat ini yang disibukkan dengan hiburan semata seperti halnya bermain game.

Oleh karenanya mahasiswa telah mengalihkan peran dan fungsi mahasiswa yang sesungguhnya duduk diwarung kopi sambil berdiskusi tentang bangsa, bukan duduk di warung kopi sambil wifian untuk bisa bermain game.

Masih begitu banyak aktifitas mahasiswa saat ini yang keluar dari peran dan fungsinya. Sepertinya, menjadi mahasiswa yang sesungguhnya adalah masalah bagi mahasiswa lainnya. Perlu adanya kesadaran kolektif dalam menyikapi masalah ini.

Yang harus kita sadari bersama, kita sekarang bukan lagi siswa biasa, kita adalah mahasiswa yang harus bisa untuk berbicara dan berani menyuarakan kebenaran.

 

Penulis

Alwan Samri

Mahasiswa Asal Simeulue yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh

Berita Terkait

Ketika Google Menjadi Pilihan Pertama, Di Mana Posisi Perpustakaan?
DPC dan 10 PAC PPP Nagan Raya Nyatakan Sikap, Serukan Persatuan dan Kekompakan Kader
Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan
Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera
LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:38 WIB

Jimly Sebut Listyo Sigit Resisten Reformasi Polri, Kasus Sadap Jadi Momentum Berbenah

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 13:31 WIB

Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar

Berita Terbaru