slot preparation.lsrs.lu

Kota Rikit Gaib Jadi Pelopor Desa Anti Korupsi di Gayo Lues, Siap Sambut Kunjungan KPK

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 11 Agustus 2025 - 17:20 WIB

50930 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blangkejeren, 8 Agustus 2025 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggalakkan program Desa Anti Korupsi sebagai upaya memberantas praktik korupsi hingga ke akar rumput. Dalam program ini, KPK memilih desa-desa terbaik di Aceh sebagai pionir, salah satunya dari Kabupaten Gayo Lues yang mengajukan tiga desa, yakni Desa Kota Rikit Gaib, Desa Uyem Beriring, dan Desa Kuta Ujung.

Dari hasil seleksi administrasi yang dilakukan KPK, Desa Kota Rikit Gaib muncul sebagai yang terdepan dengan pencapaian kesiapan administratif 100 persen. Desa ini dinilai berhasil menyelesaikan seluruh pemberkasan secara lengkap dan tepat waktu.

Informasi tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi bersama KPK yang digelar pada Rabu, 6 Agustus 2025. Dalam pertemuan itu, Kota Rikit Gaib tidak hanya dipuji karena kelengkapan dokumen, tetapi juga menjadi contoh positif dalam format penyusunan administrasi dan hasil pelaporan yang transparan dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, SE., M.Ap., memberikan dukungan penuh terhadap pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Kota Rikit Gaib merupakan bukti nyata bahwa desa-desa di Gayo Lues mampu menjadi pelopor tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

“Saat ini nama Kota Rikit Gaib sudah naik, tetapi kami harapkan semangat ini akan menular ke seluruh desa di Gayo Lues. Ini merupakan langkah maju untuk membangun budaya antikorupsi yang tumbuh dari akar rumput. Pemerintah daerah akan terus berupaya terbaik demi terciptanya sistem pemerintahan yang bersih dan kuat,” ujarnya tegas.

Nasrul Abdi, ST, dari Inspektorat Gayo Lues, menambahkan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar soal kelengkapan dokumen administrasi, melainkan simbol komitmen kuat dari berbagai unsur pemerintahan. Kolaborasi antara perangkat desa, Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan tersebut.

“Pencapaian ini melambangkan tekad bersama untuk membangun tata kelola desa yang bersih, transparan, dan akuntabel,” kata Nasrul.

Sementara itu, Pengulu (Kepala Desa) Kota Rikit Gaib, Taher, berharap desanya tidak hanya menjadi kandidat yang layak, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mulai membangun budaya anti korupsi sejak dari level paling dasar.

“Kami berharap semangat ini menjadi teladan bahwa pencegahan korupsi bisa dan harus dimulai dari desa. Kami siap menjadi bagian dari perubahan itu,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, KPK dijadwalkan akan mengunjungi langsung Desa Kota Rikit Gaib pada akhir Agustus 2025. Kunjungan ini bertujuan memastikan pelaksanaan program berjalan baik serta melakukan penilaian terhadap lima komponen utama program Desa Anti Korupsi, yaitu penguatan tata laksana, penguatan pengawasan, peningkatan kualitas pelayanan publik, partisipasi masyarakat, dan penerapan kearifan lokal.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya memberantas korupsi dari akar, sekaligus memperkuat sistem pemerintahan desa yang berintegritas dan transparan. (*)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru