slot preparation.lsrs.lu

Kesederhanaan Pentas Puisi “Bohku” Mengusik Keangkuhan Kekuasaan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 9 Juni 2025 - 04:41 WIB

50306 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Sri Radjasa, M. BA (Pemerhati Intelijen dan Pekerja Kesenian)

DITENGAH prilaku para pemangku kekuasaan negara yang dirasuki oleh syahwat duniawi, untuk saling cakar berebut limbah kekuasaan, maka yang tertinggal di ruang-ruang hati hanya amarah, dengki, serakah dan licik, tanpa menyisakan sedikitpun celah untuk hati menyemai doa dan zikir. Oleh karenanya gagasan yang mengedepankan nilai budi pekerti, olah rasa maha karya para seniman dan budayawan, teronggok disudut gubuk-gubuk kumuh. Seperti halnya pentas baca puisi karya Din Saja, budayawan dan sastrawan Aceh terkemuka, dengan thema “Bohku”.

Untuk acara pementasan saja yang semula di gedung tertutup Taman Budaya Aceh, harus rela tergusur ke Kantin Taman Budaya. Apakah ini pertanda bangsa ini, tak lagi perduli dengan identitas kebangsaan atau sudah berani meninggalkan identitas karya para leluhur, sementara tidak mempersiapkan identitas baru sebagai pengganti. Tidak berlebihan jika bangsa ini dianalogikan sebagai “seseorang yang telah membuka bajunya, tapi tidak disiapkan baju pengganti, akibatnya telanjang”. Sehingga mudah terjangkit penyakit, bahkan bisa dibilang ODGJ.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pementasan baca puisi karya Din Saja dengan thema Bohku di ruang sempit Kantin Taman Budaya, tanpa dekorasi yang menyajikan efek dramatis, menjadi bukti bahwa puisi berangkat dari kesedehanaan dan mengalir ditengah detak nadi kehidupan rakyat dalam menggapai asa.

Acara ini dihadiri sejumlah politisi, sastrawan dan musisi nasional seperti Nasir jamil, Mulyadi, Sarjev, Thayeb Loh Angen, merefleksikan puisi tidak sekedar deretan kata tanpa makna seperti nawacita, tapi memiliki perekat diantara mereka yang menapaki jalannya dengan tuntunan nurani.

Puisi karya Din Saja yang bertutur tentang keresahan dan kemarahan terhadap para pemangku kekuasaan yang curang, serakah, menggunakan hukum untuk memenjarakan kebenaran, menjadikan korupsi sebagai ibadah fardu ‘ain dan selalu mengutamakan kemenangan karena kalah berarti perang. Sudah barang tentu puisi Din Saja ibarat suara azan, akan terasa membakar bagi mereka penyembah berhala kekuasaan, tapi menjadi penyejuk hati bagi siapa saja yang berharap ridho Allah SWT dalam setiap tarikan nafasnya.

Berita Terkait

Ketika Google Menjadi Pilihan Pertama, Di Mana Posisi Perpustakaan?
DPC dan 10 PAC PPP Nagan Raya Nyatakan Sikap, Serukan Persatuan dan Kekompakan Kader
Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan
Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera
LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru