slot preparation.lsrs.lu

Kerap Terendam Banjir, Ruas Jalan Nasional di Kuning I Aceh Tenggara Segera Dibangun Jembatan Layang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 05:44 WIB

50243 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA, 19 September 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dodi Hanggodo, memastikan akan melakukan langkah perbaikan infrastruktur secara permanen untuk menanggulangi persoalan banjir yang kerap melumpuhkan akses transportasi di Kabupaten Aceh Tenggara. Keputusan ini diambil setelah pihaknya melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi badan jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, khususnya di wilayah Desa Kuning, Kecamatan Bambel, pada Kamis (17/9).

Dalam kunjungannya, Menteri Dodi menyaksikan langsung kondisi genangan air sedalam 10 hingga 15 sentimeter yang merendam badan jalan nasional. Fenomena banjir yang terjadi secara berulang ini dipicu oleh pendangkalan sungai yang menyebabkan debit air meluap dan menyumbat area jembatan saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat dan arus distribusi barang antarprovinsi sering terhambat.

Sebagai solusi jangka panjang, Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen untuk membangun jembatan layang atau flyover di titik rawan tersebut. Pembangunan ini dinilai menjadi langkah krusial mengingat karakteristik tanah di lokasi yang mengalami penurunan, sementara debit air sungai cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah pusat pun meminta dukungan dari pemerintah daerah serta aparat setempat untuk membantu proses perancangan hingga tahap pembebasan lahan agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sembari menunggu persiapan teknis pembangunan jembatan layang, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai akan melakukan langkah penanganan sementara. Fokus utama dari tindakan tersebut adalah normalisasi sungai dengan mengeruk sedimentasi yang menjadi penyebab utama pendangkalan. Upaya stabilisasi aliran air ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir susulan sehingga akses transportasi nasional tetap terjaga  (*)kelancarannya.

Berita Terkait

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat
Pererat Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Kegiatan Kumpul Bersama di Desa Engkeran Simpang Empat
Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute
LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I
Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026
Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen
Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru