slot preparation.lsrs.lu

Kekacauan Birokrasi Mengemuka di Gayo Lues, Ketua Komisi I DPRK Desak Evaluasi Menyeluruh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 19 Juni 2025 - 22:13 WIB

50670 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Gelombang kekacauan birokrasi mulai menyeruak ke permukaan di tubuh Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Ketidakstabilan dalam manajemen struktural, pelantikan pejabat tanpa koordinasi pusat, hingga mosi tidak percaya dari sejumlah pejabat eselon menandai situasi serius yang tak lagi bisa ditutupi. Di tengah kian meluasnya kegaduhan ini, Ketua Komisi I DPRK Gayo Lues, H. Ibnu Hasim, angkat bicara dengan nada tegas dan penuh keprihatinan.

Menurut Ibnu, kekacauan yang terjadi bukan sekadar polemik internal biasa, melainkan sinyal keretakan yang berakar pada lemahnya tata kelola pemerintahan. Ia menyebut kondisi ini sebagai bentuk “krisis sistemik”, yang tidak hanya membahayakan efektivitas pelayanan publik, tetapi juga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.

“Ketika pelantikan dilakukan tanpa persetujuan kementerian, dan SK pejabat yang sudah dilantik bisa tiba-tiba dibatalkan, itu menunjukkan betapa kacaunya sistem berjalan. Ini bukan hanya soal prosedur, tapi soal wibawa pemerintahan,” ujar Ibnu Hasim kepada wartawan, Kamis (19/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu titik ledak utama dari kekisruhan ini adalah munculnya mosi tidak percaya dari sejumlah kepala bidang (Kabid) terhadap pimpinan mereka. Mosi ini dipicu oleh kebijakan pencabutan kewenangan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang sebelumnya melekat pada jabatan Kabid. Ibnu menyayangkan sikap para Kabid yang menganggap pencabutan itu sebagai bentuk pemangkasan kewenangan, padahal secara aturan, jabatan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tetap melekat pada mereka.

“Kabid seharusnya fokus pada aspek teknis dan substansi program, bukan terjebak pada persoalan kewenangan anggaran yang bersifat administratif. Perubahan KPA bukanlah degradasi peran, apalagi jika hanya dijadikan alasan untuk tidak menjalankan tanggung jawab,” jelas Ibnu.

Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap PP Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 mutlak diperlukan bagi setiap pejabat struktural agar tidak menafsirkan kewenangan secara keliru dan emosional. Menurutnya, polemik ini mencerminkan adanya kecenderungan pejabat yang lebih mementingkan posisi strategis daripada orientasi kerja.

Dalam situasi seperti ini, Ibnu Hasim menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengambilan kebijakan dan mekanisme mutasi serta rotasi pejabat di lingkungan Pemkab Gayo Lues. Ia mengingatkan bahwa birokrasi adalah tulang punggung pemerintahan, dan jika rusak di dalam, maka program pembangunan tak akan pernah berjalan mulus di lapangan.

Ibnu juga menyesalkan jika gejolak ini dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi konkret dari kepala daerah. Menurutnya, seorang bupati harus mampu mengambil keputusan tegas yang berdasarkan pada prinsip-prinsip pemerintahan yang sehat, bukan berdasarkan desakan personal atau tekanan dari kelompok kepentingan.

“Bupati harus berani memimpin, bukan hanya memediasi konflik internal. Jika tidak segera ditangani, maka kekacauan birokrasi ini akan menggerogoti kepercayaan publik dan bisa menjadi batu sandungan besar bagi pembangunan,” ujarnya lagi.

Di tengah harapan masyarakat akan perbaikan pelayanan dan percepatan pembangunan daerah, gejolak yang terjadi justru menjadi antitesis dari semangat reformasi birokrasi yang selama ini digaungkan. Alih-alih menghadirkan efektivitas dan efisiensi, birokrasi di Gayo Lues justru terjebak dalam pusaran konflik kewenangan dan ego sektoral yang kian menjauh dari kepentingan rakyat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Gayo Lues terkait pernyataan tajam dan tuntutan perbaikan yang disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRK. Sementara itu, masyarakat Gayo Lues menunggu, apakah langkah konkret akan diambil untuk merestorasi stabilitas birokrasi, atau kekacauan ini akan terus bereskalasi menjadi krisis kepercayaan yang lebih luas. (*)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Berita Terbaru