slot preparation.lsrs.lu

Karma Kepemimpinan: Mahfud MD Soroti Fenomena Jatuhnya Tokoh yang Sewenang-wenang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 6 November 2026 - 01:44 WIB

5070 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, memberikan pandangan tajam terkait dinamika kekuasaan dan konsekuensi moral bagi para pemegang jabatan. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh seorang pemimpin suatu saat akan menuai balasan atau karma. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah diskusi publik yang menyoroti potret kepemimpinan di institusi penegak hukum dan politik pada 6 November 2026.

Mahfud menyoroti perilaku pemimpin yang kerap membuang bawahan atau mengabaikan integritas demi menjaga kekuasaan. Menurutnya, pola tersebut tidak akan bertahan lama karena hukum alam akan bekerja dengan sendirinya untuk mengkoreksi ketidakadilan tersebut. Ia mengingatkan bahwa jabatan bukanlah sesuatu yang abadi dan mereka yang saat ini merasa berkuasa harus menyadari bahwa sejarah mencatat setiap tindakan yang dilakukan.

Dalam konteks yang lebih luas, Mahfud juga mengaitkan fenomena ini dengan beberapa peristiwa politik nasional yang melibatkan polemik aturan pencalonan kepala daerah dan kontroversi ijazah. Baginya, ketika manusia sudah tidak bisa lagi diingatkan atau menolak untuk berlaku jujur, maka Tuhan akan turun tangan melalui peristiwa-peristiwa yang mengejutkan publik. Ia menekankan bahwa dalam negara yang berlandaskan Pancasila, kejujuran dan kearifan lokal seharusnya menjadi kompas utama bagi para pejabat dalam menjalankan tugasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia memberikan peringatan kepada para pemangku kebijakan agar tidak terjebak dalam kesombongan jabatan. Ia menilai bahwa sanksi moral dan sosial seringkali menjadi dampak nyata yang harus dihadapi, bahkan setelah seseorang tidak lagi memegang kekuasaan. Mahfud berharap refleksi ini dapat menjadi pelajaran penting bagi siapa pun yang saat ini sedang memimpin untuk tetap menjaga profesionalisme dan moralitas demi kepentingan masyarakat luas. (*)

Berita Terkait

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah
Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib
Mahfud MD Desak Polri Pecat Tidak Hormat Listyo Sigit, Sebut Ada Lambang Bangkai di Mabes Jika Tak Dipecat
Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden
Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Ditahan di Mako Brimob, Satu Tersangka Sakit Pascastroke
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jumat, 6 November 2026 - 02:30 WIB

Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Jumat, 6 November 2026 - 02:24 WIB

Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 02:21 WIB

Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Ditahan di Mako Brimob, Satu Tersangka Sakit Pascastroke

Jumat, 6 November 2026 - 02:08 WIB

Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa

Jumat, 6 November 2026 - 02:04 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal di Lingkaran Istana: Pengkhianatan Jabatan yang Ancam Stabilitas Negara

Berita Terbaru

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (tengah) menunjukkan ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM miliknya saat menjadi saksi sidang lanjutan dugaan pencemaran nama baiknya terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Presiden ke-7 RI Joko Widodo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd/nym.

HUKUM & KRIMINAL

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Jumat, 6 Nov 2026 - 02:41 WIB