KUTACANE – Kepedulian kepada sesama kembali ditunjukkan Kepolisian Daerah Aceh. Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menyerahkan bantuan berupa 300 unit kasur kepada korban banjir bandang di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (20/1). Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban korban yang rumahnya hanyut akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Bantuan kasur itu berasal dari kerja sama Kapolda Aceh dengan Yayasan PT Mapanbumi, Paramitha Foundation, dan Yayasan HOPE. Seluruh bantuan dibawa langsung ke lokasi terdampak oleh Kapolda Aceh dan jajaran, termasuk didampingi Kapolres Aceh Tenggara dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Irjen Pol. Marzuki menyampaikan bahwa pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang dilanda musibah. Ia juga ingin melihat langsung kondisi dan kebutuhan warga yang terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya bersama pejabat utama Polda Aceh datang langsung ke Ketambe untuk menyerahkan bantuan kasur kepada para korban banjir bandang. Sekaligus saya ingin mendengar langsung dari warga apa saja kebutuhan mereka menjelang bulan suci Ramadan,” ujarnya saat berada di lokasi.
Ia menambahkan, perhatian terhadap korban tidak boleh hanya bersifat sesaat. Menurutnya, seluruh pihak harus terus bersama-sama memberikan dukungan, termasuk pemerintah daerah, instansi vertikal, lembaga sosial, hingga masyarakat umum.

Selain menyerahkan bantuan, Kapolda juga menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Polres Aceh Tenggara serta Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara yang telah bekerja maksimal dalam penanganan bencana banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 lalu. Ia menyebutkan, berkat sinergi yang kuat, Aceh Tenggara menjadi wilayah pertama di Aceh yang berhasil keluar dari status tanggap darurat bencana dan memasuki tahap pemulihan.
Marzuki juga menyoroti semangat kebersamaan masyarakat yang dinilainya menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana. Ia menyebut, filosofi lokal “sepakat segenep” yang dipegang masyarakat Aceh Tenggara telah terbukti mampu mempercepat proses pemulihan dan membangkitkan kembali kehidupan warga terdampak secara bergotong royong.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda terlihat berbincang dengan sejumlah warga dan mendengarkan langsung harapan mereka, terutama terkait kebutuhan dasar seperti tempat tidur, pangan, dan air bersih. Ia menegaskan komitmen Polda Aceh untuk terus hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kapolda berharap bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi para korban untuk bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih optimistis. Ia juga mendorong agar berbagai elemen masyarakat terus bersatu memberikan perhatian dan aksi nyata, terutama menjelang datangnya bulan Ramadan yang menjadi momen penting bagi umat Muslim.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Kapolda turut meninjau hunian sementara serta fasilitas umum yang rusak akibat banjir. Ia berpesan agar proses rehabilitasi dilakukan dengan cepat namun tetap memperhatikan kebutuhan warga, termasuk aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal.
Langkah cepat dan sinergis seluruh pihak dinilai menjadi kunci dalam penanggulangan bencana dan pemulihan pasca peristiwa. Kapolda menegaskan, kehadiran negara dan aparat tidak boleh berhenti di tataran simbolik, namun harus betul-betul dirasakan oleh rakyat yang paling membutuhkan. (Yasir Asbalah)




































