slot preparation.lsrs.lu

Kampung Badak Gayo Lues Terendam Banjir, Jalan Desa Jadi Lintasan Bahaya dan Anak-anak Berdiri di Tengah Genangan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 20:57 WIB

50450 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Banjir merendam jalan utama di Kampung Badak dan mengubahnya menjadi lintasan berbahaya yang dilintasi kendaraan di tengah genangan air cokelat pekat setinggi lutut orang dewasa. Di tepi jalan, anak-anak kecil berdiri di dalam air menyaksikan mobil dan sepeda motor menerobos banjir, sementara warga lain berjalan tanpa alas kaki di tengah arus yang tidak diketahui kedalamannya.

Video yang merekam kejadian tersebut memperlihatkan sebuah mobil Suzuki Jimny modifikasi berwarna biru melaju pertama kali membelah banjir, disusul SUV hitam, sepeda motor dengan gerobak kayu, hingga sejumlah sepeda motor lain yang menciptakan gelombang tinggi. Narator dalam video berseru dengan nada bercanda menyebut genangan itu sebagai stadion balapan dan mengundang pengemudi mahir untuk berkumpul. Di layar tertulis seruan keheranan disertai emoji, seolah bencana itu adalah tontonan.

Di balik gurauan tersebut, tersimpan potret suram kegagalan mitigasi. Mengapa jalan desa yang menjadi akses utama warga Kampung Badak begitu mudah terendam hanya karena hujan? Di mana drainase yang layak, di mana pengerasan jalan yang memadai, dan di mana peran pemerintah ketika anak-anak harus berdiri di tengah banjir yang arusnya bisa menyeret kapan saja?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa yang terjadi di Kampung Badak adalah cermin pembiaran infrastruktur dasar di wilayah pedalaman. Jalan yang seharusnya menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga justru menjadi kubangan setiap kali hujan deras datang. Tidak ada rambu peringatan, tidak ada penutupan akses, tidak ada petugas yang memastikan keselamatan. Warga dibiarkan menjadikan bencana sebagai hiburan karena tidak ada solusi yang ditawarkan.

Siapa yang akan bertanggung jawab jika kendaraan mogok di tengah banjir dan anak-anak yang menonton dari tepi jalan terseret arus? Ketika bencana diubah menjadi konten lucu-lucuan, sesungguhnya yang sedang dipertontonkan adalah betapa terbiasanya warga dengan penderitaan akibat banjir tahunan yang tak pernah ditangani serius.

Peristiwa yang terjadi di Kampung Badak pada 25 September 2026 ini harus menjadi alarm keras. Jalan desa bukan arena balap, dan banjir bukan tontonan. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues tidak bisa terus membiarkan warga beradaptasi dengan bahaya. Yang dibutuhkan warga bukan ajakan untuk unjuk kebolehan melintasi banjir, melainkan jalan yang kering, drainase yang berfungsi, dan jaminan keselamatan bahwa anak-anak mereka tidak lagi harus berdiri di dalam genangan hanya untuk menyaksikan mobil-mobil menerjang air. (*)

Berita Terkait

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru