slot preparation.lsrs.lu

Kabut Asap Selimuti Sampit, Warga Tetap Nekat Berkerumun di Hari Bebas Kendaraan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:28 WIB

50204 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotawaringin Timur |  Kepulan asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan kembali mengepung Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kondisi udara yang memburuk akibat polusi tersebut tidak menyurutkan antusiasme warga untuk memadati jalanan demi mengikuti kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day pada Minggu, 11 Oktober 2026. Alih-alih mencari tempat perlindungan yang lebih aman, masyarakat justru tetap berbondong-bondong berolahraga dan beraktivitas di ruang terbuka meski kualitas udara sangat berisiko bagi kesehatan pernapasan.

Fenomena ini mencerminkan minimnya kesadaran kolektif akan bahaya paparan asap yang mengandung partikel berbahaya. Di tengah kepungan kabut yang membatasi jarak pandang, para pedagang makanan pun turut terjebak dalam dilema ekonomi. Mereka terpaksa memusatkan lokasi berjualan hanya di area kegiatan tersebut karena mobilitas untuk berdagang ke berbagai wilayah terhambat oleh tebalnya asap yang menyelimuti hampir seluruh penjuru kota. Sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan pendapatan drastis karena keterbatasan ruang gerak yang dipicu oleh bencana ekologis ini.

Pemerintah daerah sebenarnya telah memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Namun, imbauan tersebut terkesan hanya menjadi formalitas di atas kertas, sementara realitas di lapangan menunjukkan rendahnya kepatuhan warga untuk memprioritaskan keselamatan di tengah ancaman karhutla yang berulang setiap tahun. Ketidakpedulian terhadap risiko kesehatan jangka panjang, yang dipadu dengan lemahnya penegakan protokol keselamatan lingkungan, menjadi cermin buruk bagi kesiapan wilayah tersebut dalam menghadapi bencana kabut asap yang seharusnya tidak boleh dianggap sebagai rutinitas tahunan yang lumrah. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di 15 Wilayah Aceh, Gayo Lues dan Nagan Raya Termasuk
Ancaman Kebakaran Hutan Meluas hingga ke Papua dan Krisis Kesehatan Petugas di Lapangan
Empat Prajurit TNI Gugur Akibat Kecelakaan Mobil Dinas di Yalimo, Papua Pegunungan
Lempengan Besi Misterius Diduga Serpihan Pesawat Ditemukan di Perkebunan Sawit Sampit
Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti
Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan
Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk
Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jumat, 6 November 2026 - 02:30 WIB

Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Jumat, 6 November 2026 - 02:27 WIB

Mahfud MD Desak Polri Pecat Tidak Hormat Listyo Sigit, Sebut Ada Lambang Bangkai di Mabes Jika Tak Dipecat

Jumat, 6 November 2026 - 02:24 WIB

Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden

Berita Terbaru