HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Jembatan Putus dan Banjir Berulang Lumpuhkan Akses Gayo Lues, Warga Desak Pemerintah Pusat Segera Tangani

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:00 WIB

50207 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Bencana banjir dan putusnya akses jembatan kembali melumpuhkan Kabupaten Gayo Lues. Luapan sungai dengan debit besar dan arus keruh pekat tidak hanya merendam badan jalan nasional, tetapi juga memutus konektivitas antar wilayah yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir terjadi di dua titik krusial yang saling berkaitan. Sungai Aih Bobo di kawasan Bukit-  Rigeb meluap dengan arus sangat deras hingga mengancam permukiman di bantaran sungai. Di lokasi berbeda, banjir merendam Jalan Badak hingga ke badan jalan dan membuat kendaraan tidak dapat melintas. Kondisi tersebut diperparah dengan putusnya akses jembatan di jalur tersebut, sehingga transportasi darat lumpuh total dan warga terisolasi.

Pantauan di lapangan menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Pada 10 Oktober 2026, aliran Sungai Aih Bobo di Rigeb kembali besar dengan air berwarna cokelat pekat membawa material lumpur. Sehari kemudian, pada 11 Oktober 2026, banjir di Jalan Badak kembali meluap ke jalan dengan debit yang masih sangat deras. Pengendara sepeda motor diimbau untuk tidak memaksakan diri melintas karena risiko hanyut dan konstruksi jembatan yang sudah kritis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bencana yang terus berulang ini memicu kritik keras dari masyarakat. Putusnya jembatan dan banjir yang merendam jalan nasional dinilai bukan sekadar akibat curah hujan tinggi di hulu, melainkan cerminan gagalnya penanganan infrastruktur secara permanen. Selama ini penanganan hanya bersifat darurat dan tambal sulam, tanpa ada normalisasi sungai, penguatan tebing, dan pembangunan jembatan yang layak tahan banjir.

Warga yang tinggal di dekat aliran sungai diminta tetap waspada, namun kewaspadaan saja tidak cukup tanpa kehadiran negara. Warga mendesak pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Wilayah Sungai Sumatera I untuk segera turun tangan menangani Sungai Aih Bobo, membangun kembali jembatan yang putus di Gayo Lues, serta memperbaiki sistem drainase di Jalan Badak. Tanpa intervensi pusat, siklus jembatan putus dan banjir berulang akan terus menjadi bencana tahunan yang merugikan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat
Pemkab Gayo Lues Ikuti Rakor Rehabilitasi Faskes Pascabencana Sumatera, 867 Puskesmas Kembali Beroperasi
Dinkes Gayo Lues Imbau Warga Waspada ISPA, Minta Pakai Masker dan Batasi Aktivitas Luar Rumah
Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat
Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria, Sita 0,14 Gram Sabu

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru