slot preparation.lsrs.lu

Jembatan Mbarung Ambruk, Warga Bertaruh Nyawa di Rakit Bambu

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:55 WIB

50296 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Ironi pembangunan infrastruktur dipertontonkan secara telanjang di Kabupaten Aceh Tenggara. Jembatan rangka baja Mbarung yang menjadi urat nadi penghubung tiga kecamatan, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahmah, kini hanya menyisakan rangka warna-warni yang ambruk dan teronggok di bibir Sungai Alas. Di tengah derasnya arus cokelat yang meluap, warga dipaksa mempertaruhkan nyawa menyeberang menggunakan rakit darurat yang terbuat dari bambu dan batang pinang yang diikat seadanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kondisi memprihatinkan ini adalah puncak dari pembiaran berbulan-bulan. Jembatan tersebut dilaporkan ambruk setelah dihantam banjir bandang dan luapan Sungai Alas. Alih-alih membangun jembatan bailey sebagai solusi cepat, pemerintah daerah hingga saat ini hanya berkutat pada alasan klasik force majeure dan dalih proyek oprit yang masih berjalan. Padahal, sejak akhir 2024 hingga September 2026, banjir susulan telah berulang kali menghancurkan jalan, tanggul, dan jembatan di wilayah itu.

Kelalaian ini berdampak langsung pada lumpuhnya ekonomi dan akses dasar warga. Ketika jembatan utama putus, tidak ada jalur alternatif yang layak. Warga di tiga kecamatan terisolasi itu terpaksa membangun sendiri jembatan darurat. Namun berdasarkan informasi pada 7 Oktober 2026, jembatan darurat yang mereka bangun kembali hanyut karena tanggul pengaman sungai yang jebol tidak pernah diperkuat secara permanen. Situasi ini mempertegas bahwa mitigasi bencana di Aceh Tenggara hanya berjalan di atas kertas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Potret beberapa warga yang menyeberang di atas rakit bambu yang hampir tenggelam diterjang arus, sementara di belakangnya berdiri megah sisa jembatan yang ambruk, adalah tamparan keras bagi Dinas PUPR dan Pemerintah Kabupaten. Aparat seolah absen saat rakyatnya berjuang melawan arus untuk sekadar pergi ke kebun, ke sekolah, atau ke puskesmas.

Sudah dua bulan lebih warga menunggu kejelasan, namun yang datang hanya peninjauan pejabat dan janji perbaikan. Jika keselamatan warga harus digantungkan pada dua batang bambu di atas sungai yang sedang banjir besar, lantas untuk apa anggaran penanggulangan bencana dan pemeliharaan infrastruktur itu dialokasikan. (*)

Berita Terkait

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute
LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I
Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026
Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen
Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026
Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik
Polsek Bambel Edukasi Pelajar SMP Negeri 1 Bambel, Ingatkan Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB